Ternyata, Memaafkan Itu Membahagiakan

desisachiko.com
Don’t Give Up – Selamat pagi sahabat embun pagi. Semoga hari ini sukses. Jangan lupa ibadah. Agar hati lebih damai dan tenteram. 

Sahabat pasti masih ingat cerita guru agama tentang keindahan akhlaq Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Biar bagaimanapun diperlakukan oleh orang-orang kafir, kaum musyrikin, beliau tetap tenang. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Biasa-biasa saja. Tetap cooling dawn, kalem. Mungkin kalau kita sudah kita balas. Dan menuntut balik dengan membawanya ke meja hijau. Ya kadang kalau dipikir-pikir alasannya sepele banget. 

Terlepas dari persoalan hukum kita, ternyata banyak yang gak bisa kita samai akhlak kita dengan Rasulullah. Aduh, jauh BINGIT. Jelaslah. Wong beliau Sang Nabi, manusia pertama yang sudah pasti masuk surga. Dibandingkan dengan kita yang sudah ditakdirkan tempatnya salah dan lupa. Perlu istiqomah luar biasa. 

Memafkan itu berat. Memang tidak mudah. Butuh keberanian dan kelapangan dada. Butuh keikhlasan. Awalnya gengsi namun yang pasti setelah member maaf hati akan terasa lapang dan damai. Sangat membahagiakan. Apalagi setelah itu tidak mengingat-ingat lagi kesalahan, maka jiwa akan lebih tentram. Seperti terungkap dalam firman Allah SWT, Asy Syura ayat 40. “… dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan pula, namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala abginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim.” 

Dalam surah lain, At Taghaabun, ayat 14, “… dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Dalil ini didukung pula sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, “Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”

Nah, sudah jelas kalau kita mudah memaafkan orang maka balasannya akan kembali ke pada diri sendiri. Pokoknya banyak deh, manfaat memafkan itu. So, silahkan dicoba. Insya Allah membahagiakan.

0 Response to "Ternyata, Memaafkan Itu Membahagiakan"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef