Pintar Saja Tidak Cukup

armitafibri.com
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Allah SWT pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikir positif. Sebab Allah SWT hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

“Pintar Saja Tidak Cukup” kata salah seorang penumpang kapal penyebrangan jalur Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. Pria muda kelahiran Madiun yang juga penyuplai kayu Jati mengaku untuk menjadi pegawai negeri Sipil (PNS), pintar saja tak cukup. Butuh dua penopang lagi. Yaitu Relasi dan Uang. Jika salah satunya tidak terpenuhi meski memiliki otak sangat pintar, dijamin tidak akan bisa jadi PNS.

Ungkapan ini muncul bermula ketika saya mengutarakan bahwa untuk menjadi pegawai negeri di tempat saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Kita hanya melakukan tes uji kompetensi. Jika lulus Alhamdulillah jika tidak bersabarlah. Jadi yang diandalkan kepintaran bukan uang dan relasi yang justru terbalik dengan teman tersebut.



Sahabat, cara-cara tak cerdas yang diungkapkan teman kenalan saya itu jangan sekali-sekali dipraktikkan. Selain menyalani aturan juga tidak percaya dengan kekuasaan yang Maha Kuasa, Allah SWT. Selama berada dijalur shirothil mustaqiim, rezeki pasti datang. Yang jelas lebih terjamin kehalalannya. Wallahu a’lam.

0 Response to "Pintar Saja Tidak Cukup"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef