Ketika Rasa Malu Menghilang

Kemana rasa malu kita?
Sahabat, pernah ada cerita seorang begitu bangga dengan pencapaiannya. Ia tak segan-segan mengumbar keberhasilannya meski dengan cara yang – sesungguhnya bisa dikatakan melenceng dari apa yang sudah ditentukan. Dengan kata lain merebut hak yang belum miliknya dari pemilik sebenarnya. Hal ini jelas meninggalkan luka dan rasa kecewa teramat dalam. Bayangkan, Ia tega melakukan jalan pintas demi meraih rupiah. Padahal masa kerjanya belum mencukupi.

Sahabat, apa yang bisa dipetik dari cerita di atas? Mari kita renungi bersama. Memaksakan diri untuk ikut pengujian bersama orang-orang yang telah memenuhi masa tugas jelas telah menodai rasa kemanusiaan. Bagaimana tidak, sudah seharusnya paham bahwa itu bukan jatahnya. Parahnya, bukan rasa malu yang muncul tapi justru kebanggaan. Dan itu diucapkan dengan rasa syukur “Alhamdulillah”.

Maka dari itu, sahabat-sahabat rumah separuh sebaiknya tidak mengikuti jejak ini. Ini kesalahan fatal yang tidak baik untuk diulangi. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Ketika Rasa Malu Menghilang"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef