Tanda-Tanda Akan Terjadi Perampokan

Perampokan
Sahabat, hari sabtu kemarin (11/1) sepulang sholat subuh dari masjid, saya sempat lari-lari kecil di depan rumah. Pagi itu sepi sekali. Belum ada orang lewat. Kalau pun sudah lewat pasti para pedagang yang hendak ke pasar. Namun, dari sekian yang lalu lalang sudah barang tentu tidak akan yang memperhatikan situasi di jalan. Karena mereka harus segera sampai di pasar agar barang dagangannya cepat habis terjual.

Awalnya saya juga bersikap seperti itu. Saya berlari tanpa akan bertemu atau melihat sesuatu. Rupanya takdir berkata lain. Disaat sedang on fire, saya dikejutkan sesuatu yang tergeletak di badan jalan. Saya pun berhenti berlari. Saya tendang-tendang benda tersebut. Hingga saya tertarik untuk mengambilnya. Sekedar ingin memastikan benda tersebut. Dan ternyata benda tersebut sebuah dompet. Saya berpikir mungkin dompetnya terjatuh.
 
Sempat hadir keragu-raguan untuk membukanya. Berita ini saya cerikan kepada istri. Lalu mengisyaratkan agar membuka dompet. Barangkali ada nomer handphone yang bisa dihubungi. Namu sayang tidak kami temukan. Hanya KTP, SIM, STNK, dan kartu-kartu lain yang bisa menjadi alat untuk diidentifikasi siapa si pemilik dompet. Sedangkan uang hanya Rp 2.000,- saja yang kami temukan.

Kami berusaha mencari tahu. Hingga pada minggu sore saya bertemu dengan mahasiswa sebuah kampus di Taliwang. Saya meminta tolong untuk dicarikan si pemilik dompet. Karena kebetulan sekali si pemilik dompet satu kampus dengannya. Tidak menunggu lama, kami akhirnya bertemu dengan pemilik dompet. Si pemilik langsung menceritakan kalau ia sudah dirampok di tempat kosnya. Saat sedang tertidur nyenyak ia dikagetkan oleh sebilah ujung pedang yang sudah menusuk leher. Si perampok mengisyaratkan agar tidak macam-macam. Ia pun pasrah hingga akhirnya, dompet, tiga buah handphone dan sebuah laptop dibawa lari. Ia sudah bertriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengar teriakannya. Padahal di samping kosnya tinggal pula seorang aparat hukum berbaju coklat.

Si pemilik dompet menuturkan bahwa pada malam itu tidur sore sekali. Biasanya jam setengah tiga pagi baru tidur. Tapi malam itu ia lelap sekali. Demikian pula dengan teman satu kamarnya. Ia justru lebih pagi saat tidur.

Dari sini dapat saya ambil kesimpulan bahwa ada beberapa langkah-langkah yang bisa kita pelajari bilamana akan terjadi perampokan.

1. Tidur lebih pagi.

Pada saat aksi perampokan akan terjadi biasanya kita akan tidur lebih cepat dari biasanya. Mata terasa lebih berat dan tingkat kesadaran kita benar-benar tidak berfungsi

2. Bibir dan Pendengaran Tidak Berfungsi

Meskipun kita tahu bahwa di rumah ada perampok, sulit sekali berteriak. Mulut terasa terkunci. Kalau pun berteriak, para tetangga tidak akan ada yang mendengar. Hingga perampokan terjadi begitu saja.

Itulah sekelumit cerita tentang tanda-tanda akan terjadi perampokan. Mudah-mudahan bisa kita ambil dan pelajari tanda-tanda tersebut, sehingga tidak terjadi kepada anda semua.

0 Response to "Tanda-Tanda Akan Terjadi Perampokan"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef