Sisi Lain Idhul Adha (Hari Raya Qurban)


Lafaz Takbir
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Gema takbir berkumandang. Satu masjid dengan masjid lain saling bersahutan mengumandangkan takbir. Mengumandangkan kebesaran Yang Maha Kuasa, Penguasa Alam Raya dan Segala isinya. Saya, anda, saudara seiman dan non seiman adalah miliknya yang kelak akan kembali keharibaan yang Sang Khalik, Allah SWT.

Aku terhanyut dalam hening. Rindu akan kasih Allah SWT yang tiada bandingannya. Bersama Baginda Nabi Muhammad SAW yang senantiasa mengasihi kita tanpa pilih kasih. Tapi aku juga benci pada diriku. Aku benci karena kalah dengan nenek pemulung yang sudah berkurban dengan segala kekurangannya. Sedikit demi sedikit menabung hingga berwujud seekor kambing. Sementara aku, hanya terdiam melihatnya. Aku punya penghasilan tetap namun aku belum bisa berqurban. Aku malu pada Allah SWT dan malu pada diriku sendiri. Ya Allah, panjangkan umur hamba hingga bertemu kembali dengan idul Adha dan mudahkan rezeki hamba agar bisa berkurban seperti nenek sang pemulung. Amiiin.

0 Response to "Sisi Lain Idhul Adha (Hari Raya Qurban) "

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef