Pengguna Tangan Kidal, Salahkah?


Salah Satu Pengguna tangan kidal yang berhasil
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Bagi sebagian kalangan, pengguna tangan kidal dianggap aneh. Karena diluar kebiasaan masyarakat pada umumnya. Pengguna tangan kiri sering dicap jelek karena dianggap tidak sesuai dengan tata karma, agama dan norma-norma masyarakat timur termasuk Indonesia. Agama lebih menguatamakan menggunakan tangan kanan karena dianggap tangan bagus atau tangan manis.

Kalau saja kita kaji dari penelitian Dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi, Ketua III Pengurus Pusat Ikatan Dokter Indonesia (PP IDAI), ”Di dalam kepala kita, otak mempunyai dua bagian, yaitu otak bagian kiri dan otak bagian kanan. Otak bagian kiri bertugas mengatur pergerakan dominan bagian dari kanan tubuh, sedangkan otak bagian kanan bertugas mengatur pergerakan dominan bagian dari kiri tubuh. Jadi jika si kecil lebih sering menggunakan tangan kirinya, itu berarti ia lebih didominasi oleh otak bagian kanan.”

Maka dapat saya simpulkan, penggunaan otak kanan dan kiri tidak menjadi masalah. Karena keduanya memiliki kebihan masing-masing. Bila keduanya dioptimalkan, maka akan menjadi kekuatan yang akan mendorong pengguna tangan kidal menjadi lebih baik. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak perlu melarang anak yang menggunakan tangan kidal. Barang kali kelak dapat dirasakan manfaatnya. Maka pengguna tangan kidal tidaklah salah. Wallahu ‘alam

0 Response to "Pengguna Tangan Kidal, Salahkah?"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef