Nabi Muhammad SAW dan Kisah Sebuah Kurma


Kurma Bisa Menyelamatkan Bila Cara Mendapatkannya Dengan Cara Benar
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Entah sudah berapa malam Rasulullah SAW tidak bisa tidur dengan lelap. Beliau selalu gelisah. Mata sulit terpejam, tubuh terasa pegal setelah membolak-balikan ke kanan dan ke kiri, hati gundah gulana, rasa takut menusuk jiwa. ‘Aisyah si wajah yang kemerah-merahan (Humairo) yang beruntung menjadi pendamping Sang Nabi utusan terakhir Allah SWT, ikut gelisah. Dengan tenang, ‘Aisyah pun menanyakan alasan yang membuat Baginda Nabi gelisah.

“Wahai kekasih Allah Yang Maha Agung, ada apa gerangan? Ada masalah apa yang membuat baginda tidak enak tidur?” Tanya ‘Aisyah dengan lembut.

Lalu Baginda Nabi SAW pun menceritakan alasan kegelisahannya. “Pagi tadi aku menemukan sebuah kurna. Karena takut terbuang sia-sia aku memakannya. Setelah ku makan, muncul perasaan takut yang amat sangat. Aku takut itu mungkin buah dari sedekah yang memang untukku. Tapi aku juga takut, kalau-kalau buah itu bukan milikku.” Begitulah Nabi SAW sangat selektif dalam memilih makanan. Sumbernya dari mana, untuk apa dan untuk siapa. Padahal hanya sebuah kurma. Bila kita lihat sangat sepele. Tapi dampaknya sangat luar biasa bagi kesehatan, iman dan anak-anak di masa depan. Tidak sedikit dari kita makan dari sumber yang tidak jelas. Apakah hasil mencuri, menipu, korupsi? Tapi anehnya justru kita semakin enak tidur. Gelisahpun tidak akan terasa sama sekali.

0 Response to "Nabi Muhammad SAW dan Kisah Sebuah Kurma"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef