Mencari Channel/Jaringan/Kenalan Dalam Birokrasi


Channel Dalam Birokrasi
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Perhatikan dialog di bawah ini;

“Pak, kok nama saya belum keluar dalam daftar …?”

“Siapa namanya?”

“Namanya si Anu”

“Kapan masukkan berkas?”

“Tanggal sekian”

“Mohon nama saya dicantumkan ya”

“Ok nanti saya urus”

Seorang teman melakukan protes kepada pimpinannya. Pasalnya, selama tiga tahun bekerja ia tidak pernah mendapatkan jatah pelatihan di luar kota. Hal ini dilakukan karena teman sekantor lebih banyak mendapat porsi jatah pelatihan lebih sering dari pada melaksanakan tugasnya sebagai pekerja kantor. Namun, teman sekantor beralasan ia mendaftar sendiri. Atau punya channel di kantor ini dan itu.

Zaman sekarang memiliki channel/Jaringan/Kenalan di setiap instansi teramat penting. Sebab, jika tidak akan ketinggalan informasi. Parahnya, bilamana ada pelatihan kita tidak akan terjaring. Bila sudah mengenal kita, maka nama kita yang langsung akan ditulis dalam surat undangan. Meskipun ada teman kerja yang lain, prioritasnya tetap nama kita. Itulah faktanya.

Begitu juga bila ada program bantuan. Tanpa channel proposal kita sulit diterima. Terkadang para channel meminta jatah/komisi beberapa persen. Ini bukan hal baru. Ini sudah turun temurun. Dimana atau apapun birokrasinya, channel, mau tidak mau harus dimiliki. Agar urusan kita bisa lebih mudah ditangani.

Inilah yang terjadi dengan ketua mahkamah konstitusi Akil Mochtar. Karena lemah pikirannya ia pun menjadi jalan bagi orang-orang yang ingin urusannya lancar. Disuap demi uang dan menistakan keprcayaan rakyat tidak menjadi masalah. Ia menjadi channel gelap dan menodai mahkamah konstitusi. Jangan ditiru. Padahal ada channel sesungguhnya yang bisa melemahkan kita setiap saat, yaitu Allah SWT. Hanya saja butuh waktu dan sabar.

0 Response to "Mencari Channel/Jaringan/Kenalan Dalam Birokrasi"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef