Berkurban Nyawa di Masjid Istiqlal Saat Idul Adha


Antre demi sebngkus daging
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Jam masih menunjukkan jam dua pagi. Tapi seorang lansia bernama Sukiyo nekat pergi ke masjid Istiqlal untuk antre mengambil daging. Sang anak , Sigit dan Nur Susilo sudah malarang. Tapi bapak 74 tahun ini bersikeras untuk pergi. Mengambil jatah daging walau hanya sebungkus, ia rela berdesakan. Namun, meski para pengantri laki-laki sudah tertib, nyawanya melayang (meninggal). Dugaannya adalah mungkin karena darah tinggi karena tiga hari sebelumnya sudah mengecek kesehatannya di rumah sakit. Sukiyo (74), itu merupakan warga Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat harus menyerahkan nyawanya demi sebungkus daging qurban. 
Fenomena ini bukan berita baru, tahun-tahun sebelumnya, jika ada kegiatan bagi-bagi sembako atau daging hewan qurban selalu berujung ricuh bahkan sampai jatuh korban. Ada yang pingsan, ada pula yang terinjak-injak. Sungguh tragis nasib para pengantri. Seharusnya panitia membuat terobosan-terobosan baru agar kejadian serupa tidak terjadi. Semestinya panitia harus lebih aktif. Misalnya, meminta para pengantre untuk duduk tertib bershap-shap seperti barisan sholat. Lalu diberikan oleh panitia dengan berjalan menemui pengantre. Tidak harus berdesak-desakan seperti ini. Harapan saya, Jadi panitianya harus lebih banyak lagi. Semoga saja berubah.

0 Response to "Berkurban Nyawa di Masjid Istiqlal Saat Idul Adha"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef