Sekolah Angker dan Guru Pocong

Sekolah Membawa Maut
Rumah Separuh - Setelah sholat subuh tadi pagi saya sempat berbincang-bincang dengan salah seorang jamaah yang kebetulan mantan kepala sekolah di SD Jereweh, Sumbawa Barat. Tema yang kami bicarakan awalnya mengenai sedikitnya jumlah siswa baru yang masuk di sekolah dekat rumah. Namun mantan kepsek ini memiliki pengalaman serupa. Sekolah yang beliau bina pada saat kali pertama bertugas hanya sedikit. Namun berkat kegigihannya, sekolahnya sekarang sudah memiliki siswa kurang lebih dua ratus siswa.

Beliau juga bercerita bagaimana ia harus turun ke jalan-jalan. Dimana ia menemukan sekumpulan orang ia menemuinya. Beliau lantas bertanya, kenapa anak-anak bapak dan ibu tidak bersekolah di sekolah kami? Mereka lalu menjawab, bahwa sekolah bapak sekolah angker dan ada guru pocong. Si bapak kepsek ini penasaran apa maksud dengan perkataan tersebut. Ternyata setelah dianalisa ungkapan sekolah angker dan guru pocong hanyalah perumpamaan.

Yang dimaksud sekolah angker adalah karena sekolah tersebut memiliki atap rusak. Sehingga bila atapnya jatuh maka akan menimpa para siswa. Ya kalau hanya sekedar lecet tapi jika harus meregang nyawa, kan berbahaya. Lalu apa yang dimaksud dengan guru pocong? Ternyata, jika sudah jam sebelas para guru pria menghilang dari sekolah untuk kerja sambilan. Sehingga para siswa menjadi terbengkalai. Siswa tidak tertangani dengan baik. Saya pun terkekeh-kekeh mendengar penjelasan bapak mantan kepala sekolah ini.

Tapi kedua perumpamaan hingga kini masih banyak terjadi di tanah air kita. Sekolah dibangun tapi baru sebentar sudah retak-retak. Bahkan roboh akibat ketidakseriusan para pengambil kebijakan yang terlalu besar mengambil keuntungan. Begitu juga dengan guru. Kapan-kapan bisa datang dan pergi tanpa memikirkan nasib siswa yang harus mendapat ilmu. Itulah kenyataannya.

0 Response to "Sekolah Angker dan Guru Pocong"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef