Menikmati Mancing Belut di Desa Kalimantong

BelutRumah Separuh - Bagi masyarakat Indonesia Belut merupakan salah satu menu masakan yang paling digemari. Belut memiliki nilai gizi tinggi bagi kesehatan kaena mengandung Kolesterol, protein, air. sodium, kaloris tinggi, omega 3 dan omega 6, vitamin A,C,dan E, thiamin, riboflavin, niacin, vitamin B6 dan B12, Folate, Pantothenic acid, chaolin, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, Pottasium, zodium, zink, selenium dan mangan.Protein pada belut sebesar 18,4 g/100g, yang mana setara dengan protein daging sapi dgn berat yang sama. Sedangkan kandungan energinya sebesar 330 kkal/100g, itu lebih tinggi dr telur dan daging sapi. Kandungan Zat besi sebesar 20 mg/100g jauh lebih besar dari telur dan daging sapi.

Dengan kadar protein, zat besi dan energi yang tinggi, mengkonsumsi belut bisa meningkatkan vitalitas tubuh. Zat besi membentuk hemoglobin darah yang membawa oksigen keseluruh tubuh, dan oksigen mengoksidasi karbohidrat, lemak dan protein menjadi energi. Kekurangan zat besi menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh. . Wajar jika banyak digemari para pencinta kuliner tanah air. Selain itu belut memiliki nilai ekonomis menjanjikan bagi para pedagang. Di pasar tradisional, belut dapat dihargai rata-rata Rp 30 rb/kg. Meski belut mudah didapat, tetapi perkembangbiakannya sangat rumit. Sehingga kerapkali harganya tidak menentu.

Berbicara masalah belut, saya setiap kali ada kesempatan memancing belut di desa Kalimantong. Kebetulan ada teman kerja di sana. Jadi saya bisa bersilaturahim sekaligus sambil mengajak teman tadi mancing belut. Saya memang lebih senang mancing belut di persawahan desa Kalimatong karena berbagai alasan. Pertama, bisa menyegarkan mata. Desa Kalimantong merupakan salah satu desa penyumbang padi terbesar di Kabupaten Sumbawa Barat. Jika dibandingkan desa lain, desa kalimantong memiliki masa tanam padi tiga kali dalam setahun. Oleh karena itu saya senang ke sana karena padi yang masih hijau membuat mata saya terlihat segar. Ada perasaan senang, lega, plong ketika melihat hamparan padi terbentang luas di depan mata. Desa Kalimantong juga jauh dari kota. Sehingga desa ini banyak menawarkan berbagai macam perasaan. Seperti kesan asri, damai, bersahabat, tenang, religious dan nyaman. Tidak ada polusi. Mudah mencari sayur kalau untuk sekedar makan.

Kedua, bisa menjalin silaturahim. Seperti yang saya tulis di awal, saya bisa berkunjung ke rumah teman. Menjalin silaturahim, membuat erat persaudaraan. Ketiga, persawahan desa Kalimantong memiliki belut lebih banyak. Hal ini wajar karena sawahnya sering ditanami padi sehingga tanah sawah menjadi gembur. Di tempat seperti ini belut banyak berkembangbiak. Bila anda datang ke Kabupaten Sumbawa Barat, jangan lupa berkunjung ke desa Kalimantong.

0 Response to "Menikmati Mancing Belut di Desa Kalimantong"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef