Jangan Berbohong

Jangan Berbohong
Rumah Separuh – Suatu hari Maruko-Chan didatangi tiga teman sekolah. Untuk mengisi waktu, mereka bermain ibu metropolitan. Masing-masing menceritakan tentang kelebihan-kelebihan. Ditengah permainan Maruko dan kawan-kawan haus. Lalu ia pergi ke dapur. Maksud hati ingin membuat es jus. Namun secara tidak sengaja, ia menemukan sekotak kue. Pada saat itu tidak ada orang tuanya. Kecuali ia dan tiga temannya. Dengan perasaan was-was ia membawa kotak kue itu untuk ketiga temannya. Sekejap kue-kue tersebut ludes.

Malam harinya, ibu Maruko mencari dimana kotak kue yang ditaruh di meja makan. Maruko yang tahu dimana kotak kue tersebut, pura-pura tidak tahu. Maruko pun sadar bila perbuatannya adalah kesalahan besar. Ia ingin mengganti kue ibunya. Tapi Maruko tidak memiliki uang 3000 Yen. Ia pun berpikir keras dari mana ia mendapat uang sebesar itu. Akhirnya ia menemui kakeknya. Ia beralasan ibu dan kakaknya menganjurkan belajar sempoa. Maka ia harus membeli sempoa. Maka dengan senang hati, kakeknya mau membantu dan memberikan uang 3000 yen.

Esoknya, Saat tiba di sekolah, ia menemui Tama-Chan teman yang memakan kue saat di rumah Maruko-Chan. Ia meminta Tama-Chan untuk berbohong kepada pak guru, sebab Maruko ingin membeli kue untuk mengganti kue ibunya. Rencana berjalan lancer. Saat di took kue Maruko bertemu ibunya. Maruko kaget bukan kepalang. Mendapati Maruko di toko kue sang ibu langsung bertanya. “Apa yang sedang kamu lakukan Maruko?”

“Saya sedang membeli kue?”

“Kue uang dari mana?”

“Tabunganku Bu”

Tingkah Maruko menimbulkan kecurigaan. Ibunya tidak percaya dengan perkataan Maruko. Wajah ibunya agak tegang. Maruko ikut tegang.

“Lalu untuk siapa kamu membeli kue?”

“Untuk mengganti kue Ibu”

Mendapat jawaban tersebut sang ibu hatinya luluh. Ia tak percaya dengan kebaikan putrinya.

“Terima kasih Maruko, kamu sangat peduli dengan Ibu,” kata Ibunya salut dengan Maruko.

Ditengah perjalanan pulang ia bertemu dengan petugas keamanan yang ia temukan saat hendak ke toko kue.

“Sudah selesai menjenguk kakek Nak?” Tanya penjaga keamanan.

“Menjenguk kakek sakit?” ibunya bingung dengan ucapan penjaga keamanan. Matanya langsung menatap Maruko dengan tajam. Tanpa berpikir lama, tangan Maruko langsung ditarik ibunya. Ibunya kesal dengan tingkah laku Maruko. Setiba di rumah Maruko langsung diinterogasi. Dengan air mata yang meleleh, Maruko memeluk ibunya seraya memohon maaf dengan kebohongannya. Ia pun menjelaskan akar permasalahannya, hingga ia harus berbohong kepada kakek meminta uang 3000 Yen untuk membeli sempoa dan guru sekolah saat pergi ke toko kue tanpa izin. Dari balik pintu, sang kakek terenyuh mendengar pengakuan cucunya, Maruko-Chan. Di dalam hati paling dalam, sang kakek memaafkan kebohongan Maruko. Maruko berjanji tidak akan mengulangi.

Yang saya tangkap dari film ini, budaya Korea tidak menghendak kebohongan. Terutama bagi peserta didik sekolah dasar. Jika dari tingkat ini sering melakukan kebohongan, niscaya sampai dewasa dan tua akan terbiasa.

0 Response to "Jangan Berbohong"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef