Dio Arfando dan Bakso Berdarah

Rumah Separuh – Saya tercengang saat mendapati berita tewasnya seorang anak kecil. Menurut berita bocah itu bernama Dio Arfanda. Bocah baru seumur jagung tewas mengenaskan. Peristiwa ini jelas sangat mencengangkan masyarakat. Bagaimana seorang bocah berumur tiga tahun tewas karena masalah tersedak memakan pentol bakso. Kejadian ini sangat disayangkan. Terutama bagi orang tuanya. Padahal sewaktu makan bakso, bocah tersebut didampinginya. Setelah mendapati anaknya tersedak bakso, ayah Dio segera membawanya ke puskesmas. Tapi karena keterbatasan alat, puskesmas merujuk ke rumah sakit. Namun naas, bocah tersebut tidak dapat ditolong. Dio menghembuskan nafasnya.

Kejadian meninggalnya anak saat memakan bakso bukan berita baru. Tahun lalu, bocah berumur tiga belas tahun bernama Adi Mulyanto, tewas setelah tersedak makan pentol bakso. Hal serupa juga dialami bocah berumur tujuh tahun, Chang You. Peristiwa ini terjadi di Malaysia di sebuah kafe di Bukit Mertajam.

Kasus-kasus seperti tidak bisa dianggap sepele. Karena taruhannya adalah nyawa. Jadi jangan dianggap santai. Terutama para orang tua agar lebih ketat mendampingi anak ketika sedang makan. Apa pun jenis makanannya, orang tua mesti menjaga putra putrinya. Jangan sampai bakso berdarah akan terulang dan dialami oleh anak-anak. Memang kita tidak pernah tahu dengan cara apa dan dimana kita akan mati. Apa dengan tersedak makan pentol bakso, sholat, atau apa pun. Oleh karena itu, sejak dini kita berharap mati dalam keadaan khusnul khatimah. Termasuk hati-hati saat makan pentol bakso. Jangan lupa hidup sehat. Makan teratur, tidur cepat, istirahat cukup dan jaga pula asupan makanan. Jangan asal makan dan asal kenyang. INGAT! Rasulullah SAW bersabda, perut itu sepertiga untuk makan, sepertiga untuk udara dan sepertiga untuk air. Jadi semua ada takarannya. Bila berlebihan, tanggung akibatnya. Namun Anda jangan trauma tidak mau makan bakso. Yang penting pelan-pelan makannya.

0 Response to "Dio Arfando dan Bakso Berdarah "

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef