Rumah Separuh Sepi

Rumah Separuh – Ketika sahabat Tur memutuskan untuk tinggal di kos sahabat Cus di Maluk, karena ada yang harus dikerjakan, perasaan sepi mulai menjangkiti saya. Sahabat Tur memang syarat dengan selera humor yang tinggi. Tapi beliau juga sangat cerdas. Bicaranya seperti politisi kelas wahid. Beliau dikenal sangat kritis ketika penulis. Akibatnya tidak sedikit pembaca yang merasa geram dengan analisis sahabat saya satu ini. Sahabat Tur merupakan pimpinan umum (PU) LPM Ro’yuna periode 2009. Sahabat Cus menjadi PU periode 2008 sedangkan Jul periode 2006. Masa kepemimpinan LPM Ro’yuna hanya setahun. Itu agar semua anggota yang telah memenuhi syarat bisa merasakan menjadi PU. Memang tidak cukup tapi itu adalah sebuah tantangan. Agar kami bisa survive menghadapi gejolak, badai dan pahit manis menjadi seorang pemimpin.

Sahabat Tur bilang akan memesan tiket dari Maluk. Begitu pula dengan sahabat Jul dan Ijah, mereka akan dipesankan ditempat yang sama. Jadi mereka akan bertemu di Taliwang tepat di depan kantor PLN seperti pertama kali tiba. Begitu Tur menelpon Jul bahwa bis yang Tur tumpangi mulai bergerak, saya antarkan sahabat jul dan Ijah dengan meminjam motor tetangga ke PLN. Cukup lama kami menunggu bis JTS tiba. Hingga akhirnya tiba juga. Sahabat Tur tidak sempat turun, sehingga saya tidak sempat bertemu Tur lagi.

Sepulang sahabat Jul, Tur dan Ijah ke Lombok rumah separuh kami kembali sepi. Tiga hari di rumah, membuat suasana ramai dipenuhi gelak tawa. Selera humor tinggi kami memecah kesepian yang selama ini menjadi sahabat sejati kami. Memang ada mutiara-mutiara kecil yang membantu memeriahkan rumah separuh kami yang setiap senin hingga jum’at sore belajar mengaji. Namun kehadiran sahabat-sahabat saya, terasa berbeda, jauh lebih ramai.

Apalagi saat sahabat Jul dan Ijah menaiki bis JTS, air mata hampir saja tumpah. Dengan berat hati saya melepas kepulangan sahabat-sahabat terbaik saya. Sungguh sebuah pertemuan yang sulit terlupakan. Bila kemudian kami panjang umur, ingin sekali saya mengulangi kembali acara-acara seperti ini. Saya berharap akan lebih banyak sahabat bisa berkumpul. Agar lebih seru acaranya. Amiin, semoga saja terjadi.

0 Response to "Rumah Separuh Sepi "

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef