Pisang Saba Kabupaten Sumbawa Barat

Pisang SabaRumah Separuh – Setiap minggu saya melihat hilir mudik para petani pisang Saba menuju pasar. Dari sepeda ontel, cidomo, motor hingga mobil pick up.

Bagi petani yang bermukim di Dusun Plamlagi, pisang Saba merupakan mata pencaharian utama setelah padi. Selain mudah dipasarkan, pisang Saba memiliki nilai ekonomi menjanjikan. Salah seorang petani yang saya kenal, sebut saja pak Jamal, beliau sekali panen bisa mendapat Rp 1 – 3 juta. Dalam sebulan bisa dua hingga kali panen. Bisa dibayangkan berapa penghasilannya dari menjual pisang Saba. Fantastis.

Pisang Saba atau dalam bahasa lain saya sebut pisang Kepok. Teksturnya besar dan padat. Satu sisir ukuran kecil pisang Saba dijual lima ribu rupiah sementara ukuran besar dihargai sepuluh ribu. Bila sudah sampai pasar harganya bisa lebih dari ini. Pisang Saba cocok menjadi pakanan sisipan seperti saat minum kopi atau teh di pagi hari. Atau bisa juga saat cuaca dingin. Di Taliwang, pisang Saba rata-rata dijual dalam bentuk pisang goreng. Ada juga dalam bentuk lain, tapi sangat jarang.

Nilai ekonomi pisang Saba selain buahnya, daunnya pun bisa dijual. Jantung pisang dan daging bagian dalam pisang bisa untuk dijadikan sayur. Sementara pelepahnya dapat dibuat sebagai bahan dasar kerajinan tangan. Namun sayang, hingga saat ini belum saya temukan ada yang memanfaatkannya.

Setelah saya paparkan data dan fakta kelebihan pisang Saba, sudah sepantasnya potensi pisang Saba dikembangkan. Potensi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah saatnya pisang Saba menjadi komoditi unggulan bagi masyarakat Sumbawa Barat. Atau bisa dijadikan industry rumahan dengan membuatnya menjadi panganan camilan/buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumbawa Barat. Semoga saja pisang Saba menjadi ikon baru bagi masyarakat Sumbawa Barat. Amiiin.

1 Response to "Pisang Saba Kabupaten Sumbawa Barat"

  1. Info yg sangat berharga, boleh sy dapat info contact petaninya?

    ReplyDelete

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef