Kunjungan Pak De


Rumah Separuh - Sebulan yang lalu ada tetangga rumah di Lombok Barat datang berkunjung ke rumah saya. Saya biasa menyapanya dengan pak De. Beliau datang beserta istri. Setelah sebelumnya bersilaturahmi di Dompu selama empat hari di salah satu kerabatnya. Sungguh senang saat pertama kali mendapat telpon dari kakak ipar bahwa pak De akan singgah ke rumah.

Pak De ini seorang mekanik. Namun pemahaman agamanya sangat dalam. Tidak jarang saya berdiskusi dengan beliau mengenai berbagai permasalahan agama, sosial dan budaya. Pengalaman hidupnya penuh asam garam. Sangat mneyenangkan ketika beliau banyak bercerita tentang pernak pernik, pahit, getir, manisnya hidup. Saya senang sekali.

Dan benar, tidak lama kakak ipar menelpon, pak De menyusul menelpon saya.

“Li, rumahmu dari pelabuhan Poto Tano berapa jam lagi?” katanya melalui telpon seluler.

“Satu jam saja pak De,” jawab saya.

“Ok sudah, nanti kalau sudah sampai di Taliwang, saya telpon lagi,” kata pak De.

“Baik pak De, saya tunggu telpon selanjutnya” sambung saya.

Telpon pun mati seketika. Saya dan istri membereskan rumah. Memasak beberapa menu masakan untuk pak De dan bu De makan malam. Karena menurut perkiraan kami, pak De akan datang paling tidak magrib atau sore. Setengah jam kemudian, pak De menelpon kembali.

“Li, saya sudah di PLN. Belok kanan?” Tanya pak De.

“Ya pak De belok kanan. Lurus saja, saya tunggu di pinggir jalan sebelah kanan,” jawab saya.

Tidak menunggu lama pak De dan istri tiba. Kami bersalaman. Senang sekali mendapat kunjungan. Kami bisa bersilaturahmi. Saya bilang, maaf bila rumahnya baru separuh. Langsung dibalas, kakakmu, saya, semua di pengsong berangkat dari rumah separuh. Kelak, bisa terbangun semua. Sabar saja. Hati saya dan istri terasa sejuk mendapat nasihatnya.

0 Response to "Kunjungan Pak De "

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef