Bakar Ayam

Rumah Separuh – Sudah jauh hari, mungkin dua bulan sebelumnya, kawan Cus memberitahukan jika kawan Tur, Jul dan Ijah akan berkunjung ke rumah separuh. Sudah berkali-kali kawan Tur mau berkunjung tapi tidak pernah menemukan waktu yang tepat. Karena ternyata sahabat Jul dan Ijah mau ikut akhirnya menunggu waktu libur Jul lebih dahulu. Maka tepat pada malam sabtu, 9 Mei 2013, kawan Tur, Jul dan Ijah berangkat dari Mataram pukul 21.30 WITA menggunakan bis JTS. Perkiraan saya mereka datang antara jam 3 – 4 pagi. Namun perkiraan saya tidak tepat, mereka datang lebih awal, jam dua pagi.

Jauh sebelum kedatangan kawan Tur, Jul dan Ijah, kawan Tur meminta kepada saya agar menyediakan satu ekor ayam kampung untuk dibakar. Begitu pula kawan Cus, beliau meminta hal yang sama. Maka hari Jum’at sore, saya sibuk menangkap ayam jago yang masih tersisa. Sebab ayam saya yang lain masih kecil-kecil. Merasa tidak mampu menangkap sendiri saya meminta bantuan tetangga. Namun, kami tidak mampu menangkapnya. Saya menyerah. Saya SMS Cus bila saya tidak berhasil menangkap ayam. Lalu Cus membalas, kalau teman-teman mau bakar ayam, suruh tangkap sendiri.

Dan benar, jam lima sore kami (Cus, saya dan Tur) berangkat menuju rumah tetangga. Karena ayamnya tidak pernah pulang, tidur di rumah tetangga. Kami mengitari rumah-rumah tetangga. Bila bertemu langsung kami tangkap. Dan … akhirnya kami menemukannya. Kami mengatur strategi. Ketika kami memulai menggiring, ayam jago memasuki tanah perkebunan tetangga rumah. Saya yang waktu itu sudah berhadap-hadapan tak ampu menangkap. Ayam jagonya berhasil kabur. Namun setelah mengubah strategi baru, kami berhasil menangkapnya. Kali ini kawan Tur berhasil menangkap ayam jago.
Kami pun membawa pulang dan menyembelihnya. Sementara istri saya memanasi air, kawan Cus menyiapkan kayu dan media pembakaran. Ketika air sudah panas, saya dan Tur mulai mencabuti bulu ayam yang sudah disiram dengan air panas. Jika tidak disiram air panas, bulu ayam sulit dilepaskan. Setelah semua siap, kami mulai membakar. Mengipasi secara bergantian. Saat kawan Tur dan Ijah datang dari perjalanan mengunjungi ibunda Ijah di Utan, kami menyantap bersama-sama. Momen ini diabadikan kawan Cus dengan jepretan kamera Nikon milikinya. Sejuta tawa mewarnai bakar ayam malam itu. Semoga bisa terulang kembali.

1 Response to "Bakar Ayam "

  1. ini.. posting setiap artikel blogmu untuk menambah kunjungan, sama seperti lintas me dan info gue ini :

    http://jaditerkenal.com
    http://sekilasinfo.net
    http://berbobot.com/
    http://beritakamu.com
    http://www.bagiurl.com/
    http://negeriku.info/
    http://debuk.com/
    http://tipspad.com
    http://infogue.com
    http://sajikan.com
    http://www.kombes.com
    http://sundulberita.com
    http://directory.blogbareng.com
    http://www.liputankhusus.com
    http://bookmarking.bloggerceria.info/
    http://www.business-planet.net/
    http://www.nuansaiklan.com/
    http://www.galia-online.com/

    http://www.bookmarkindonesia.com
    http://beritasaya.com
    http://beritapilihan.com
    http://populerkan.com
    http://beritague.com
    http://bookmarkindo.com/
    http://indofeed.com
    http://disuka.com/
    http://www.indokami.com/
    http://www.cherianews.com/
    http://definisi.net/
    http://tunden.com/
    http://bookmarkspro.com/
    http://www.tentang.net/
    http://lintasberita.in
    http://sosbok.com/
    Published | (Foto-Video-Artikel) Kumpulan Berita Terkenal Indonesia

    ReplyDelete

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef