Salut Buat Melda

Salut Buat Melda - Melda datang dengan sedikit semangat. Ditandai dengan wajah sendu dan layu. Teman-teman meminta pulang agar bisa lebih banyak beristirahat. Dengan demikian Melda akan ceria kembali. Dan semangat dalam mengaji. Tapi saran itu tidak digubris Melda. Ia tetap melanjutkan pengajian.

“SAya gak mau pulang, Saya mau baca Iqro’” sungut Melda kepada teman-teman. Ia tidak mau dikatakan demikian. Melda juga sempat mual. Ia mau muntah. Tapi ia menahannya. Pada saat seperti saya memberanikan mengambil keputusan agar Melda membaca Iqro’ terlebih dahulu. Meski ia datang bukan yang pertama kali. Tindakan saya kali ini mendapat tentangan dari mutiara lain. Tapi saya jelaskan alasannya.

“Pak mohon maaf sebelumnya bila Melda pak tempatkan terlebih dahulu saat membaca Iqro’. Ini pak lakukan agar Melda dapat beristirahat lebih banyak. Sehingga kalian juga bisa latihan terlebih dahulu. Dengan begitu, saat kalian membaca Iqro’ sudah lancar dan dapat lanjut ke level berikut,” jelas saya.

“Tapi pak …” sanggah Fika.

“Mendahulukan teman yang sedang sakit, insya Allah mendapat pahala yang besar dari Allah SWT. Pertolongan kalian akan bernilai besar bila dilakukan dengan ikhlas. Maka ikhlaskan Melda membaca Iqro’ terlebih dahulu, ok.” Balas saya dengan meneriakkan semangat melalui kata Ok kepada mutiara-mutiara kami. Akhirnya Melda memaca Iqro’ dengan lancar. Saya pun tak segan-segan untuk meningkatkan ke level berikut. Melda sumringah. Tidak sia-sia ia melawan sakitnya. Salut buat Melda. Don’t give up.

0 Response to "Salut Buat Melda"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef