Jangan Cepat Menilai

menilai seseorang
Jangan Cepat Menilai - Senin sore, saat pengajian mutiara rumah separuh memasuki pertengahan pembelajaran, saya sedang mengajar Chubi (Melda) membaca Iqro’. Baru membaca kata pertama, ada yang kurang tepat. Begitu juga kata kedua dan ketiga. Salah semua. Maka saya membetulkan bacaannya.

Saat si chubi membaca, saya sudah menulis dalam lembaran catatan bahwa si Chubi harus mengulang esok hari. Namun, sungguh saya sangat menyesal telah menuliskannya sebelum ia menyelesaikan bacaannya. Sebab, setelah saya tulis demikian, bacaannya lancar semua. Hanya satu dua huruf saja yang salah. Sungguh, saya sangat malu tatkala perbuatan saya ini diketahui Chubi.

“Eh pak ini. Kenapa saya ditulis tidak lancar?” cibir Chubi menyesali perbuatan saya yang tidak fair dalam menilai.

Dengan wajah tertunduk, saya menahan malu. Saya pun meminta maaf padanya atas tindakan ini. Sayapun sadar, menilai seseorang sebaiknya lihat secara keseluruhan. Salah di awal bukan berarti salah di akhir. Maka jelas dalam salah satu firman Allah SWt, kita tidak pernah tahu akhir hidup seseorang. Apakah khusnul khotimah atau su’ul khotimah. So, Jangan Cepat Menilai.

0 Response to "Jangan Cepat Menilai"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef