Rumah Bintang, Salju, dan Pelangi

Rumah Bintang, Salju, dan Pelangi - Hari ini, Senin (25/2013), mutiara-mutiara “Rumah Separuh” berlomba-lomba membangun rumah. Bukan rumah sesungguhnya. Hanya rumah-rumahan. Tidak ada tiang pondasi, dinding atau atap rumah. Hanya kayu. Ya kalau ketemu kayu, kalau tidak ada ya seadanya. Lucunya penghuni rumah tersebut ya mereka sendiri. Dengan cara duduk di area kosong yang mereka anggap sebagai ruang tidur. Untuk tampilan depan dan belakang atau sekeliling rumah, mereka membuat hiasan dari tumbuh-tumbuhan yang mereka anggap sebagai bunga. Sungguh menyenangkan melihat tingkah laku mutiara-mutiara ini. Semua serba apa adanya dan nothing tulus.

Mutiara-mutiara ini diantaranya Fika, Melda, Monik dan Zalfa. Untuk Fika dan Melda mereka menamai rumahnya dengan nama “Rumah Bintang”. Tidak ada keterangan kenapa dinamai demikian. Mereka sangat menyukai bintang yang bersinar di malam hari.

Sementara Monik menamai rumah karyanya dengan nama Rumah Salju. Ketika saya Tanya kenapa dinamakan rumah salju, Monik hanya tersenyum. Bingung mau jawab apa. Tapi melihat senyumnya yang tulus, saya dan istri ikut senang.

Sedangkan Zalfa, menamai rumahnya, Rumah Pelangi. Untuk Zalfa memiliki alasan kenapa ia namai Rumah Pelangi. Sebab di pelangi banyak warna warni. Ada merah, kuning, hijau, dan biru. Warna tersebut banyak disukai anak-anak seperti Zalfa. Apalagi apada saat mewarnai gambar, tentu warna-warna ini menjadi pilihan utama.

Apa pun pilihan mereka kami sangat menghargai. Bagi mutiara-mutiara “Rumah Separuh” bermain setelah belajar Iqro sudah seperti rutinitas. Mari kita berpikir seperti mereka tanpa beban untuk menghasilkan hasil yang memuaskan. Dan yang paling penting, hati harus tetap tenang, cool. Jangan kedebak kedebuk.

1 Response to "Rumah Bintang, Salju, dan Pelangi"

  1. subhanallah, atap langit penuh bintang memang sangat indah

    ReplyDelete

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef