Pilih Tangan Diatas atau Bawah?


Pilih Tangan Diatas atau Bawah? - Pembelajaran belum saja dimulai. Tapi dari dalam kamar saya mendengar salah seorang mutiara “Rumah Separuh” mengatakan, “Eh tidak boleh meminta-minta, haram tahu.” Pernyataan ini membuat saya dan istri terkesima. Kami senang mendengar kalimat tersebut. Rasulullah SAW selalu mengajarkan tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Memilih tangan di atas atau di bawah merupakan pilihan berat bagi setiap orang. Tidak semua orang mau mengambil pilihan ini.  Pasalnya, ketika kita sudah memiliki harta banyak terkadang lupa ternyata ada hak untuk orang lain. Sementara, bagi yang tidak mampu, memilih tangan di atas belum, sulit sekali. Apa yang mau diberi sedangkan diri sendiri masih kurang. 

Tangan di atas adalah orang yang selalu memberi. Dalam sebuah tulisan di sebuah majalah, banyak memberi merupakan salah satu bentuk kesuksesan. Dengan banyak memberi berarti menyebarkan kebahagiaan untuk orang lain. Ketika orang bahagia, sesungguhnya benih-benih kedamaian sedang dibangun. Ketika kedamaian tumbuh subur, maka tiada lagi meminta-minta. Semua berlomba untuk memberi.

Sedang tangan di bawah dapat diartikan orang yang selalu meminta. Selalu ingin diperhatikan. Selalu ingin dibantu. Bahkan tidak sedikit, ketidakmampuan pada dirinya menjadi alasan untuk tidak bekerja lebih keras. Seakan-akan jalan sudah buntu. Padahal pintu rezeki bisa datang dari mana pun. Hal ini semata-mata bukan hanya tidak mau bergerak tapi juga rasa malas yang sudah menggunung mengakibatkan meminta-minta jalan utama yang harus ditempuh. 

Maka, memilih tangan di atas atau di bawah, bagian hidup yang mau tidak mau harus dipilih. Namun, Islam menganjurkan agar kita sebaiknya memilih tangan di atas.  Agar tidak dipandang hina atau papa.

0 Response to "Pilih Tangan Diatas atau Bawah?"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef