Menuntut Ilmu Dimana Saja



Menuntut Ilmu Dimana Saja
Menuntut Ilmu Dimana Saja-Sahabat, tahukah kalian Thomas Alpha Edison? Imam al-Ghazali atau Imam Syafi’i? atau Bapak Pendiri Negara Republik Indonesia Soekarno dan Muhammad Hatta? Mereka adalah orang-orang sukses yang pernah ada di muka bumi. Namanya menjulang berkat kepandaian yang mereka miliki masing-masing. Dan hingga kini nama mereka tetap masyhur, hidup dan abadi dalam bingkai kehidupan. Sahabat tahu bagaimana mereka tetap hidup sampai sekarang meski mereka sudah lama wafat? Bagaimana mereka dikenag sebagai orang sukses walaupun waktu telah meninggalkan mereka? Jawabannya tentu saja karena mereka mau menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Bukankah Islam telah menjanjikan Man jadda wa jadda “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia dapat.” Dapat disini maksudnya adalah berhasil. Sukses menyerap ilmu yang dipelajari semasa belajar. Tidak kenal lelah atau putus asa. Seperti yang dilakukan Thomas Alpha Edison.
Ia baru berhasil menemukan bola lampu pada tahap yang keseribu. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa belaiau terus melakukan percobaan meski berpulu-puluh kali kerap mengalami kegagalan. Artinya kegagalan pada satu tahap tidak menyurutkan tekadnya untuk menemukan apa yang menjadi penelitiannya.    
Dari cerita ini dapat kita ambil hikmahnya bahwa jika kita mau bersungguh-sungguh menuntut ilmu maka kita akan berhasil.
Sebagaimana dalam sebuah hadis dikatakan,”Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kalian beberapa derajat”. Lebih lanjut Nabi Muhammad saw bersabda,”Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim baik laki-laki dan perempuan”.
So, hanya orang beriman dan berilmu saja yang akan menuai kesuksessan. Baik laki-alki maupun perempuan. Lalu kapan mulai menuntut ilmu? Menuntut ilmu sebaiknya sejak kecil hingga menjelang kematian. ”Tuntutlah ilmu  dari sejak kecil sampai menjelang masuk kubur”.
Berarti menuntut ilmu tidak mengenal usia. Kapan pun bisa. Namun sebaiknya dimulai sejak kecil sebab pepatah mengatakan belajar diusia muda seperti mengukir di atas batu. Karena pada usia ini, anak masih dapat mengingat ilmu. Mudah dipahami dan dicerna. Tidak seperti pada usia tua, karena pada saat usia seperti ini sulit bahkan berat untuk cepat memahmi ilmu yang dipelari. Meski kemungkinan untuk bisa tetap terbuka lebar. 

0 Response to "Menuntut Ilmu Dimana Saja"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef