Maafkan Aku Mas

Maafkan Aku Mas - Seorang ibu nampak serius mempersiapkan berkas-berkas kelengkapan administrasi untuk diserahkan ke panitia seleksi CPNS (BKD yaitu Badan Kepegawaian Daerah, red). Setelah selesai mengerjakan berkas yang satu ia pun beralih mengerjakan berkas yang lain. Ia pun tidak kunjung beranjak dari tempat duduknya meski dari wajahnya kelihatan sekali kelelahan. Ia pun mengecek kembali berkas yang sudah siap. Khawatir jika ada berkas yang kurang atau salah penulisan. Sebab jika saja ia menemukan kekurangan berkas, maka ia akan kembali ke rumah, di Jawa Tengah.

Untuk mencairkan suasana, saya ajak ia berguyon atau berbagi apa saja. Hingga pada akhirnya ia bercerita tentang latarbelakang keluarga. Baik keluarga dengan suaminya hingga keluarga dari ibunya. Menurutnya, Ia begitu tersiksa ketika di dalam keluarganya, hanya dia yang belum jadi PNS. Ayah, Ibu dan kakak-kakaknya sudah terlebih dahulu jadi PNS. Apalagi umurnya sudah tidak lagi muda, 39 tahun. Beruntung ia mendapat info penerimaan CPNS di Taliwang. Dan kebetulan formasinya cocok untuk ijazah pendidikan terakhirnya. Maka dengan berani ia berangkat. sambil berdo'a, "Maafkan Aku Mas, aku hijrah agar keluarga kita dapat lebih baik." Bermodal dukungan ibunya ia pun mencoba mengadu nasib di Sumbawa Barat, Taliwang meski niat ini ditentang habis oleh suaminya. Tapi ia tetap nekad pergi.

Setelah melalui rangkaian tes, ibu ini berhasil. Ia lulus CPNS. Masalahnya sekarang, suaminya tidak bisa jauh dari sang ibu. Sementara Ayahnya sudah wafat. Sehingga suaminya merupakan laki-laki andalan bagi sang ibu untuk membajak sawah dan memanen padi serta menjualkannya. Saya benar-benar tidak bisa bayangkan bagaimana bimbangnya seorang suami jika dihadapkan dengan permasalahan ini. Memilih sang Ibu atau istri dan anak-anaknya yang memilih hijrah?. Maafkan Aku Mas.

1 Response to "Maafkan Aku Mas"

  1. mantap tulisannya ali.. terus berkarya buat tulisan-tulisan yang inspiratif

    ReplyDelete

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef