Enaknya jadi Ustad

Jadi Ustad
Enaknya jadi Ustad -“Sebaik-baik kelebihan menurut kaidah Islam adalah kelebihan dalam hal agama” (hadis).

Memang setiap manusia dikaruniai kelebihan dan atau potensi yang kelak akan menjadi media/alat untuk mencapai kepuasan. Baik secara materi maupun rohani. Harta, wanita dan tahta semua bisa direngkuh berkat skil/keahlian. Seorang layouter dengan mudah meriah uang setelah keahliannya melayout berita terlihat lebih rapih dan pas dibaca pembaca. Begitu pula seorang dokter, berkat keahliannya bisa mengobati pasien. Pun demikian dengan pesepakbola seperti Bambang Pamungklas atau Cristiano Ronaldo, begitu mudah mendapat popularitas dan uang. Digandrungi perempuan dan mudah mengambur-hamburkannya. Semua itu karena keahlian yang dimiliki mampu diasah dan dikembangkan.

Lain hal dengan keahlian sebagai ahli urusan agama atau ahli dalam menuntut ilmu dengan istilahkan Ustad. Dulu waktu saya masih di Tangerang, lebih tepatnya di Kec. Ciledug. Seorang ustad sangat diteladani dan disegani. Oleh kalangan manapun, baik kalangan bawah maupun atas. Contoh paling jelas ketika saya ikut tahlillan. Ketika selesai tahlillan, seorang ustad selain mendapat nasi kotak juga mendapat amplop yang berisi uang.

Di Lombok tidak jauh beda. Selain disegani juga dimudahkan dalam perkara pernikahan. Terutama yang masih muda. Diyakini gak bakal ditolak. Walau tidak sepenuhnya seperti itu. Tapi saya punya sedikit contoh dari seorang sahabat. Ahmad sebut saja begitu. Meski sudah pacaran lama, Ia harus merelakan kekasihnya diambil Ustad yang pernah mengajar pacarnya sewaktu di Tsanawiyah/SMP.

Terlepas benar atau tidak, menjadi ahli agama/ustad memberikan banyak manfaat. Sok, siapa lagi yang mau jadi ustad.

0 Response to "Enaknya jadi Ustad "

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef