Empat Ayam Jago Kelabu

Empat Ayam Jago Kelabu - Masih di Rumah Separuh. Bermula ketika kami mendapat hadiah sepasang ayam dari orangtua mutiara Rumah Separuh. Ayam pejantan dari orang tua Melda sedangkan yang betina dari orang tua Fika. Dua mutiara yang cantik dan pintar yang pernah kami temui. Mereka kini kelas dua sekolah dasar di desa Banjar. Tidak jauh dari Rumah Separuh kami.

Sepasang ayam itulah yang kemudian menetaskan empat ekor pejantan. Satu ekor sudah mati sejak baru menginjak umur tiga minggu. Penyebabnya dimakan biyawak. Hewan ini masih terbilang banyak di rumah kami. Sebab masih banyak persawahan. Maka semua warga yang memiliki ternak ayam mesti waspada terhadap ancaman hewan yang satu ini.

Lalu tinggal tiga ekor. Perkembangan tiga ekor ayam jago ini terbilang pesat. Kami tidak banyak memberi makan, cukup kami lepas di kebun belakang rumah. Namun karena jarang kami perhatikan tiba-tiba salah satu ayam jago kami sakit. Wajahnya murung dan tidak ada gairah. Kami pun berniat untuk memotongnya. Namun perasaan sayang terlalu kuat. Hingga kami mengundurkannya beberapa hari untuk melihat perkembangan ayam tersebut. Apakah tidak bisa pulih setelah kami beri obat kebugaran khusus ayam. Dua hari kami tunggu, belum menunjukkan hasil. Akhirnya kami potong dengan sangat terpaksa.

Setelah kami potong kami merasa menyesal. Sebab, setelah kami cabuti bulunya kami mendapati luka di tubuh ayam tersebut. Kami berasumsi ayam tersebut diserang Biyawak. Kami merasa kecolongan dengan serangan tak terduga dari Biyawak. Maka ayam jago kelabu kami tinggal dua ekor. Beruntung kedua ayam jago ini tumbuh sehat hingga menginjak bulan kesepuluh. Ekornya sangat panjang hingga menyentuh tanah. Bulunya lebat. Apalagi ketika kedua ayam jago ini menjelang remaja, suaranya terdengar lucu saat berkicau. Kadang kami terkekeh-kekeh mendengar suaranya. Lucu sekali.

Setelah kedua ayam jago kelabu ini dewasa, mereka jarang pulang ke kandang. Mereka lebih asyik menggoda para betina di rumah tetangga. Walau demikian, mereka tetap jinak ketika kami ingin menangkapnya. Namun bencana datang. Suatu ketika salah seorang mutiara rumah separuh memberitakan bahwa seekor ayam jago kami sakit. Kami pun menjemputnya pulang. Menurut cerita ibu-ibu yang kami temui, ayam jago kami berkelahi dengan seeokor anjing. Bahkan ayam jago kami mengejar hingga anjing tersebut terpojok. Namun dalam keadaan terdesak anjing tersebut balik menyerang. Hingga menyebabkan kebutaan pada mata kiri ayam saya. Kami terhenyak tidak percaya. Kami membawanya pulang dan berusaha mengobati. Berharap bisa sembuh. Namun apa daya, matanya tidak bisa normal kembali. Akhirnya matanya mengalami kebutaan total. Syukur tubuhnya sehat bugar. Namun penderitaannya tidak berhenti disini.

Ayam jago ini mendapat penindasan dan penyerangan dari ayam jago kami yang sehat. Kami mengambil keputusan untuk memasukkannya ke kandang. Namun keesokkan harinya ayam jago yang buta sebelah, sakit. Sekali lagi, dengan sangat terpaksa kami memotongnya. Begitu juga sisa ayam jago. Kami potong bersama seorang kawan yang sengaja datang untuk makan ayam kami. Habislah sudah ayam jago kami. Sementara betina dari empat ayam jago kelabu kami, sudah lama tak pernah pulang. Menurut berita dari tetangga, betina tersebut sedang mengangkremkan telur-telurnya di rumah tetangga. Semoga saja ada generasi berikut yang akan mengisi kandang ayam kami.

Itulah kisah empat ayam jago pilihan, yang dipilih Tuhan untuk menghibur kami. Semoga arwahmu diterima disisi-Nya. Amiin.

0 Response to "Empat Ayam Jago Kelabu"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef