Antara Halal dan Haram

Antara Halal dan Haram - Suatu pagi Doni menunggu dosen pembimbing skripsi untuk meminta tanda tangan. Karena skripsi yang telah direvisi selesai. Di saat menunggu dosen menyelesaikan tanda tangan, Dani ikut menyambangi Doni yang kebetulan kenal dengan dosen tersebut. Setelah selesai sangdosen bertanya kepada Doni mau kemana setelah lulus kuliah? “Mau bisnis pak” jawab Doni singkat. Sang dosen langsung menyambung dengan mengatakan, “Siapkan saja uang mu Rp 70 juta untuk jadi pegawai negeri sipil di suatu daerah (maaf tidak bisa disebutkan)”. Mendapat pernyataan seperti itu Doni lantas berubah raut wajahnya menjadi serius dengan mengajukan pertanyaan seputar uang Rp 70 juta. “Memangnya masih ada yang masih menggunakan trik-trik seperti itu pak?”. Lantas dosen tersebut berargumen panjang lebar. “Kalau dilihat dari keberadaannya memang tidak terlihat, tidak berkeliaran. Tapi Ia tetap ada dan tetap eksis. Dan orang-orang yang gak mau cape dan anaknya cepat sukses dengan cara seperti itu pun akan ditempuh”. Mendapat penjelasan seperti itu Doni dan Dani Cuma terperangah sembari garuk-garuk kepala seperti sedang mikir, “Kok bisa ya?”.

“Loh memangnya gak kasihan dengan anak istrinya makan dari uang suap/haram?” sergah Dani.

“Masalah itu masalah nanti, yang penting kerja dulu. Masalah dosa hari gini siapa yang masih mikir dosa”,

“Yoo kalau dibiarkan terus seperti ini gimana nasib Negara ini kalau masih ada orang menggunakan praktik-praktik curang?” timpal Doni

“Sulit, sangat sulit memberantas praktik-praktik seperti ini” akhiri sang dosen sembari mengelus dada. Sementara matanya menerawang entah kemana.

“Hari gini masih suap menyuap!” seru Doni kepada Dani dengan raut bibir, membuka kedua telapak tangan dan bahu sedikit meninggi seperti meremehkan sesuatu.

“Gaklah, emang mau anak cucu kita jadi petinggi dan makan dari uang merima suap. Gaklah”.

Dari cerita ini saya berharap khususnya kepada saya sendiri, pembaca, dan kita semua untuk tidak menyuburkan praktik suap dan menerima suap. Biar bagaimana pun kita harus mengikuti prosedur seperti yang sudah diatur. Silahkan jadi apa saja yang penting jujur dan uang yang kita makan, HALAL SERATUS PERSEN.

Selamat menela’ah.

0 Response to "Antara Halal dan Haram"

Post a Comment

Silakan tuliskan komentar anda di bawah ini

wdcfawqafwef