Geliat Desa Rorapedi di Musim Penghujan

Musim Penghujan
Bertemu lagi di blog rumahseparuh.com. Semoga anda dan kita dalam keadaan sehat wal afiat. Beberapa waktu lalu saya telah berbagi tentang Bendungan Kalimatong, kali ini saya akan berbagi sedikit informasi tentang geliat masyarakat Rorapedi di musim penghujan.

Pak Malar nampak wara wiri melihat kondisi parit. Beliau dibantu seorang teman ingin memastikan bila air bisa dipasokkan ke dalam persawahan. Karena kepadanyalah masyarakat desa Rorapedi bergantung. Jika kondisi air tidak sering dipantau maka akan berdampak pada pertumbuhan padi. Dengan demikian kualitas padipun akan terjaga baik. Tak hanya siang, malampun, pak Malar tetap mengecek kondisi air.

Maklum saja, bagi masyarakat desa Rorapedi dan sekitarnya, musim hujan adalah berkah yang tak terhingga. Karena pada musim inilah kehidupan akan terus berlangsung. Kesibukan dan aktifitas masyarakat kembali bergeliat. Sehingga tak ada lagi lahan persawahan yang tidak produktif. Semua menjadi hijau dan kemudian menguning. Lalu rupiah pun masuk ke saku masing-masing. Alhamdulillah.

“Alhamdulillah” seru pak Zaenal memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas hujan yang kembali turun di tanah persawahannya.

Pak Zaenal hanyalah salah satu warga dari sekian ratus kepala keluarga yang bersyukur atas nikmat ini. Bagimana tidak, hujan adalah anugerah. Masyarakat Rorapedi kembali menanam padi walau pun hanya satu kali panen dalam setahun. Pasalnya, masyarakat Rorapedi tidak memiliki cadangan air. Hanya hujan yang menjadi harapan. Hal ini berbanding terbalik dengan kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Brang Ene. Dikedua kecamatan ini bisa panen tiga kali dalam setahun. Dikarenakan memiliki sumber air yang melimpah.

Biasanya, setelah masa panen, masyarakat Rorapedi menanam tanaman palawija. Seperti jagung, kacang tanah, kacang panjang, kacang pendek dan sebagainya. Bial panen tiba, tanah persawahan kembali tidak produktif. Karena ketersediaan air.
Musim Penghujan
Bertemu lagi di blog rumahseparuh.com. Semoga anda dan kita dalam keadaan sehat wal afiat. Beberapa waktu lalu saya telah berbagi tentang Bendungan Kalimatong, kali ini saya akan berbagi sedikit informasi tentang geliat masyarakat Rorapedi di musim penghujan.

Pak Malar nampak wara wiri melihat kondisi parit. Beliau dibantu seorang teman ingin memastikan bila air bisa dipasokkan ke dalam persawahan. Karena kepadanyalah masyarakat desa Rorapedi bergantung. Jika kondisi air tidak sering dipantau maka akan berdampak pada pertumbuhan padi. Dengan demikian kualitas padipun akan terjaga baik. Tak hanya siang, malampun, pak Malar tetap mengecek kondisi air.

Maklum saja, bagi masyarakat desa Rorapedi dan sekitarnya, musim hujan adalah berkah yang tak terhingga. Karena pada musim inilah kehidupan akan terus berlangsung. Kesibukan dan aktifitas masyarakat kembali bergeliat. Sehingga tak ada lagi lahan persawahan yang tidak produktif. Semua menjadi hijau dan kemudian menguning. Lalu rupiah pun masuk ke saku masing-masing. Alhamdulillah.

“Alhamdulillah” seru pak Zaenal memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas hujan yang kembali turun di tanah persawahannya.

Pak Zaenal hanyalah salah satu warga dari sekian ratus kepala keluarga yang bersyukur atas nikmat ini. Bagimana tidak, hujan adalah anugerah. Masyarakat Rorapedi kembali menanam padi walau pun hanya satu kali panen dalam setahun. Pasalnya, masyarakat Rorapedi tidak memiliki cadangan air. Hanya hujan yang menjadi harapan. Hal ini berbanding terbalik dengan kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Brang Ene. Dikedua kecamatan ini bisa panen tiga kali dalam setahun. Dikarenakan memiliki sumber air yang melimpah.

Biasanya, setelah masa panen, masyarakat Rorapedi menanam tanaman palawija. Seperti jagung, kacang tanah, kacang panjang, kacang pendek dan sebagainya. Bial panen tiba, tanah persawahan kembali tidak produktif. Karena ketersediaan air.

Menikmati Segarnya Air Bendung Kalimantong

Bertemu lagi di blog rumah separuh.com. Semoga anda dan kita dalam keadaan sehat wal afiat. Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi tentang Bendung Kalimatong.
Bendungan Kalimantong

Saat pertama kali menginjakkan kaki di bendungan Kalimantong, saya teringat akan segarnya air Lombok. Yang mengalir di setiap parit. Seakan-akan air tersebut memanggil saya untuk menikmati kesegarannya. Saya juga mengamati sejumlah remaja menikmati betul tantangan melompat dari atas bendungan.

Seperti yang dilakukan pasangan muda-mudi, Indra dan Sulastri. Terutama bagi Indra yang baru pertama kali mandi di bendungan tersebut. Ia sangat menikmati kejernihan dan kesegaran airnya. Maklum ia datang dari Kota Alas Sumbawa.

“Ini pertama kali saya mandi di sini” katanya dengan senyum sumringah.

Ia juga menyayangkan kalau pemandian ini kurang dikelola dengan baik. Seperti tidak adanya kamar mengganti pakaian, toilet sekaligus air untuk membilas tubuh. Sulastri menambahkan, “Padahal bila hari minggu dan libur sekolah, banyak wisatawan lokal yang datang. Baik untuk bersantai maupun menyelenggarakan acara keluarga dan remaja. Ulang tahun misalnya.”

Hal ini diaminkan oleh Yolanda dan Ruhil. Siswi MTs ini kerap datang ke Bendung Kalimantong walau hanya sekedar bersantai dan bersendagurau bersama teman sekolah.

Bendung Kalimantong merupakan bendungan air yang mengalir dari desa Matayang. Bendungan ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Sumbawa barat terutama desa-desa yang menjadi aliran bendungan tersebut.

Selain menjadi sumber kehidupan, bendungan ini menjadi wisata pemandian yang menyegarkan. Airnya sangat jernih dan tidak terlalu dalam. Sehingga cocok untuk semua umur. Terutama bagi orang tua yang membawa anak kecil. Selain untuk rekreasi juga sebagai tempat edukasi. Dalam hal ini edukasi renang. Mencintai alam dan menjaga lingkungan.

Bendung Kalimantong merupakan ojek wisata yang memiliki banyak potensi. Hal ini patut dikembangkan. Jangan sampai disia-siakan. Tidak hanya sebagai penunjang bagi pertanian namun juga wisata alternative bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat pada umumnya.
Bertemu lagi di blog rumah separuh.com. Semoga anda dan kita dalam keadaan sehat wal afiat. Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi tentang Bendung Kalimatong.
Bendungan Kalimantong

Saat pertama kali menginjakkan kaki di bendungan Kalimantong, saya teringat akan segarnya air Lombok. Yang mengalir di setiap parit. Seakan-akan air tersebut memanggil saya untuk menikmati kesegarannya. Saya juga mengamati sejumlah remaja menikmati betul tantangan melompat dari atas bendungan.

Seperti yang dilakukan pasangan muda-mudi, Indra dan Sulastri. Terutama bagi Indra yang baru pertama kali mandi di bendungan tersebut. Ia sangat menikmati kejernihan dan kesegaran airnya. Maklum ia datang dari Kota Alas Sumbawa.

“Ini pertama kali saya mandi di sini” katanya dengan senyum sumringah.

Ia juga menyayangkan kalau pemandian ini kurang dikelola dengan baik. Seperti tidak adanya kamar mengganti pakaian, toilet sekaligus air untuk membilas tubuh. Sulastri menambahkan, “Padahal bila hari minggu dan libur sekolah, banyak wisatawan lokal yang datang. Baik untuk bersantai maupun menyelenggarakan acara keluarga dan remaja. Ulang tahun misalnya.”

Hal ini diaminkan oleh Yolanda dan Ruhil. Siswi MTs ini kerap datang ke Bendung Kalimantong walau hanya sekedar bersantai dan bersendagurau bersama teman sekolah.

Bendung Kalimantong merupakan bendungan air yang mengalir dari desa Matayang. Bendungan ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Sumbawa barat terutama desa-desa yang menjadi aliran bendungan tersebut.

Selain menjadi sumber kehidupan, bendungan ini menjadi wisata pemandian yang menyegarkan. Airnya sangat jernih dan tidak terlalu dalam. Sehingga cocok untuk semua umur. Terutama bagi orang tua yang membawa anak kecil. Selain untuk rekreasi juga sebagai tempat edukasi. Dalam hal ini edukasi renang. Mencintai alam dan menjaga lingkungan.

Bendung Kalimantong merupakan ojek wisata yang memiliki banyak potensi. Hal ini patut dikembangkan. Jangan sampai disia-siakan. Tidak hanya sebagai penunjang bagi pertanian namun juga wisata alternative bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat pada umumnya.

Cara Hebat Menulis Kata-Kata Cinta

Dengan Kata CInta, Wanita akan luluh
Hallo bertemu kembali di rumah separuh.com. Kali ini akan dibahas bagaimana menulis kata-kata cinta. Mudah-mudahan cara ini bermanfaat buat anda. 
Seorang sahabat tiba-tiba saja menjadi penulis syair hebat. Padahal jauh sebelumnya mendengar kata-kata cinta saja alergi. Cinta baginya, hanyalah terjadi bagi para penghayal dan membuang-buang waktu. Tidak produktif dan alay, bahkan mungkin galau. Bisa jadi hanyalah pelarian semata. Setelah tak mampu bersaing secara sehat di wilayah realita. Akhirnya, cinta menjadi jalan keluar kegelisahan.

Sahabat saya yang satu ini memang bisa dibilang tidak memiliki sisi romantisme. Membaca buku-buku serius adalah makanan sehari-seharinya. Lebih suka mendebat ketimbang merayu perempuan. Dia juga pandai menulis. Karena karakternya yang kurang romantic, ia pun tidak pernah menulis kata-kata puitis. Opini, artikel, penelitian-penelitian merupakan karya-karyanya.

Tak kuat menahan kritikan dan olokan kawan-kawan, ia pun mulai melawan. Ia mulai menulis dengan judul perlawanan, “Siapa Bilang Gue Gak Romantis”. Diakhir cerita ia mengisyaratkan, kalau dia mampu mendapatkan perempuan. Hanya saja itu belum penting banget untuk diperjuangkan. Sampai di kemudian hari ia mulai menaruh hati pada perempuan, adik tingkatnya. Ia pun menjalin hubungan ini diam-diam. Tak ada satu pun yang tahu, sampai ia ditinggal menikah, barulah terkuak kalau ia benar-benar bisa romantis. Kata-kata puitis mulai mengalir deras bak air bandang di Manado. Cerita pendek, syair-syair patah hati, kekecewaan, rasa muak pada mantan kekasihnya tak habis-habis disemburkan.

***

Yang paling penting bagi para pemula, untuk bisa menulis kata-kata cinta tidak mesti patah hati terlebih dahulu. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menulis tema-tema cinta. Tapi kebanyakan ya seperti itu. Patah hati, ditinggal kekasih, apapun penyebabnya, menulis kata-kata cinta sangatlah mudah. Untuk menyiasatinya, rumah separuh.com memiliki solusi.

1. Banyak baca buku sastra

Dahlan Iskan dalam sebuah wawancara di stasiun tipi, membaca buku berkualitas sangat membantu dalam menulis. Termasuk membaca buku sastra. Semakin banyak yang dibaca maka semakin mudah mengalirkan kata-kata cinta.

2. Tingkatkan rasa empati

Meningkatkan rasa empati terhadap sesama terutama masyarakat kurang mampu dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis kata-kata cinta. Cinta terhadap sesama, karena ketidakmmapuannya dan nasib kurang beruntung yang dihadapinya.

3. Memilki kekasih

Memiliki kekasih pun sangat ampuh mengasah hati dan perasaan. Saat hati terkoyak-koyak, menggebu-gebu, dan sebagainya, kata-kata cinta adalah teman hidupnya.

Bila anda punya cara sendiri, silahkan saja. Tulislah apa yang ada dipikiran anda. Semoga bermanfaat
Dengan Kata CInta, Wanita akan luluh
Hallo bertemu kembali di rumah separuh.com. Kali ini akan dibahas bagaimana menulis kata-kata cinta. Mudah-mudahan cara ini bermanfaat buat anda. 
Seorang sahabat tiba-tiba saja menjadi penulis syair hebat. Padahal jauh sebelumnya mendengar kata-kata cinta saja alergi. Cinta baginya, hanyalah terjadi bagi para penghayal dan membuang-buang waktu. Tidak produktif dan alay, bahkan mungkin galau. Bisa jadi hanyalah pelarian semata. Setelah tak mampu bersaing secara sehat di wilayah realita. Akhirnya, cinta menjadi jalan keluar kegelisahan.

Sahabat saya yang satu ini memang bisa dibilang tidak memiliki sisi romantisme. Membaca buku-buku serius adalah makanan sehari-seharinya. Lebih suka mendebat ketimbang merayu perempuan. Dia juga pandai menulis. Karena karakternya yang kurang romantic, ia pun tidak pernah menulis kata-kata puitis. Opini, artikel, penelitian-penelitian merupakan karya-karyanya.

Tak kuat menahan kritikan dan olokan kawan-kawan, ia pun mulai melawan. Ia mulai menulis dengan judul perlawanan, “Siapa Bilang Gue Gak Romantis”. Diakhir cerita ia mengisyaratkan, kalau dia mampu mendapatkan perempuan. Hanya saja itu belum penting banget untuk diperjuangkan. Sampai di kemudian hari ia mulai menaruh hati pada perempuan, adik tingkatnya. Ia pun menjalin hubungan ini diam-diam. Tak ada satu pun yang tahu, sampai ia ditinggal menikah, barulah terkuak kalau ia benar-benar bisa romantis. Kata-kata puitis mulai mengalir deras bak air bandang di Manado. Cerita pendek, syair-syair patah hati, kekecewaan, rasa muak pada mantan kekasihnya tak habis-habis disemburkan.

***

Yang paling penting bagi para pemula, untuk bisa menulis kata-kata cinta tidak mesti patah hati terlebih dahulu. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menulis tema-tema cinta. Tapi kebanyakan ya seperti itu. Patah hati, ditinggal kekasih, apapun penyebabnya, menulis kata-kata cinta sangatlah mudah. Untuk menyiasatinya, rumah separuh.com memiliki solusi.

1. Banyak baca buku sastra

Dahlan Iskan dalam sebuah wawancara di stasiun tipi, membaca buku berkualitas sangat membantu dalam menulis. Termasuk membaca buku sastra. Semakin banyak yang dibaca maka semakin mudah mengalirkan kata-kata cinta.

2. Tingkatkan rasa empati

Meningkatkan rasa empati terhadap sesama terutama masyarakat kurang mampu dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis kata-kata cinta. Cinta terhadap sesama, karena ketidakmmapuannya dan nasib kurang beruntung yang dihadapinya.

3. Memilki kekasih

Memiliki kekasih pun sangat ampuh mengasah hati dan perasaan. Saat hati terkoyak-koyak, menggebu-gebu, dan sebagainya, kata-kata cinta adalah teman hidupnya.

Bila anda punya cara sendiri, silahkan saja. Tulislah apa yang ada dipikiran anda. Semoga bermanfaat

Bakso Al Mutaqien, Bakso Syari'ah

Bakso Syari'ah
KM - Taliwang. Jika anda berkunjung ke Taliwang, jangan lupa memburu kulinernya. Pasalnya, panganan kuliner yang disuguhkan di ibu kota Taliwang dari Kabupaten Sumbawa Barat memiliki keanekaragaman bernilai tinggi. Dijamin akan ketagihan dan akan balik lagi ke tempat-tempat dimana warung kuliner tersebut berada. Tapi tahukah anda bila di Taliwang terdapat kuliner yang menggunakan system Syari’ah?

Kuliner tersebut adalah Bakso Al-Muttaqien. Kenapa saya namakan bakso Al-Muttaqien dengan system Syari’ah? Sebab pernah suatu kali saya makan bakso di sana, ketika azan Isya berkumandang sang penyaji bakso langsung ngeloyor (pergi) ke masjid setelah mengamankan uang penjualan bakso terlebih dahulu. Padahal waktu itu ada yang masih makan bakso. Istri saya saja hanya melongo saat si penyaji bakso pergi. Mengucapkan pamit saja tidak. Pikir saya, “Wah mati gaya nih penyajinya?”. Namun dengan sikapnya tersebut, saya ikut sholat berjama’ah di masjid. Sebuah dakwah tanpa kata-kata yang berhasil merekrut saya sholat di masjid.

Ia pun tidak peduli jika barang dagangannya diambil orang. Ia juga tidak takut bila si pembeli tidak membayar. Yang penting ia sholat. Soal rezeki, ia yakin rezekinya tidak akan tertukar. Dan benar saja. Sepulang dari masjid, saya melihat banyak orang antri membeli bakso. Saya pun tertegun. Saya pun ingat sebuah firman Allah yang berbunyi,”Barang siapa yang membela agama Allah, maka Allah akan meninggikan kedudukannya.” Inilah salah satu janji Allah dengan balasan didatangkan para pembeli bakso dalam jumlah yang banyak. Kita juga tidak tahu, bisa saja orang-orang tersebut seorang malaikat yang disamarkan wujudnya oleh Allah SWT. Wallahu’alam.
Bakso Syari'ah
KM - Taliwang. Jika anda berkunjung ke Taliwang, jangan lupa memburu kulinernya. Pasalnya, panganan kuliner yang disuguhkan di ibu kota Taliwang dari Kabupaten Sumbawa Barat memiliki keanekaragaman bernilai tinggi. Dijamin akan ketagihan dan akan balik lagi ke tempat-tempat dimana warung kuliner tersebut berada. Tapi tahukah anda bila di Taliwang terdapat kuliner yang menggunakan system Syari’ah?

Kuliner tersebut adalah Bakso Al-Muttaqien. Kenapa saya namakan bakso Al-Muttaqien dengan system Syari’ah? Sebab pernah suatu kali saya makan bakso di sana, ketika azan Isya berkumandang sang penyaji bakso langsung ngeloyor (pergi) ke masjid setelah mengamankan uang penjualan bakso terlebih dahulu. Padahal waktu itu ada yang masih makan bakso. Istri saya saja hanya melongo saat si penyaji bakso pergi. Mengucapkan pamit saja tidak. Pikir saya, “Wah mati gaya nih penyajinya?”. Namun dengan sikapnya tersebut, saya ikut sholat berjama’ah di masjid. Sebuah dakwah tanpa kata-kata yang berhasil merekrut saya sholat di masjid.

Ia pun tidak peduli jika barang dagangannya diambil orang. Ia juga tidak takut bila si pembeli tidak membayar. Yang penting ia sholat. Soal rezeki, ia yakin rezekinya tidak akan tertukar. Dan benar saja. Sepulang dari masjid, saya melihat banyak orang antri membeli bakso. Saya pun tertegun. Saya pun ingat sebuah firman Allah yang berbunyi,”Barang siapa yang membela agama Allah, maka Allah akan meninggikan kedudukannya.” Inilah salah satu janji Allah dengan balasan didatangkan para pembeli bakso dalam jumlah yang banyak. Kita juga tidak tahu, bisa saja orang-orang tersebut seorang malaikat yang disamarkan wujudnya oleh Allah SWT. Wallahu’alam.

KM Taliwang Kerja Sama KBRS Peringati Maulid Nabi SAW

KM Taliwang & KBRS menyelenggarakan Lomba
KM Taliwang – Dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kampung Media (KM) Taliwang bekerja sama dengan Komunitas Belajar Rumah Separuh (KBRS) menyelenggarakan lomba. Diantaranya lomba tersebut adalah;


1. Lomba makan kerupuk
2. Lomba balap Kelereng
3. Lomba Balap Karung
4. Lomba Menghafal Al-Qur’an Surat Pendek
5. Lomba Bacaan Sholat


Begini alur cerita lombanya. Minggu, 26 Januari 2014, saya dan para orang tua yang hadir pagi itu tertawa lepas. Perut kami seakan dikocok-kocok dengan tingkah polah anak-anak Komunitas Belajar Rumah Separuh. Dengan aksi polos dan lucu tak henti-henti dibalit suka dan ceria. Aqila misalnya. Saat lomba balap kelereng ia mesti menurunkan tubuhnya agak sedikit untuk menjaga keseimbangan agar kelerengnya tidak jatuh. Yang membuat kami tertawa karena sikap hati-hatinya. Kok bisa anak seumurnya bisa berpikir seperti itu.


Lain lagi dengan Aldi. Ia sempat menangis. Pasalnya, ia merasa telah diolok para penonton. Ia pun langsung menghentikan lombanya. Tetapi setelah kami bujuk, ia kembali melanjutkan lombanya. Begitu juga dengan Intan. Walapun sempat mogok tidak mau lomba, pada akhirnya ia berhasil menyabet berbagai kategori lomba. Bisa dikatakan ialah juara umumnya.


Itulah anak-anak. Kami tidak mengira bila perlombaan berjalan seru dan menegangkan. Bayangkan, dengan waktu yang pendek kami dapat dikatakan berhasil membuat lomba ini berjalan sesuai dengan harapan. Apalagi dengan kondisi panitia yang diisi remaja belasan tahun. Yang semangatnya ‘anget-anget tai ayam’. KBRS menilai, sudah seharusnya para remaja sejak dini belajar membuat acara/even. Paling tidak dimulai pada level RT yang wilayahnya kecil.


Hal ini wajar, mengingat generasi muda di masa depan sangat dibutuhkan tenanganya dalam membangun bangsa ini jauh lebih baik. Paling tidak untuk membangun daerah tempatnya berdomnisili. Dengan menjadi panitia, mereka belajar meningkatkan kompetensi diri. Bagaimana membuat surat menyurat, berkomunikasi dengan orang tua, mengkoordinir teman dan peserta lomba, dan kemampuan lain yang bisa diraih bila kegiatan ini terus ditingkatkan. Mudah-mudahan di waktu mendatang, banyak even yang bisa dikerjakan. Dengan begitu remaja semakin matang dalam berpikir dan bertindak. Amiin.
KM Taliwang & KBRS menyelenggarakan Lomba
KM Taliwang – Dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kampung Media (KM) Taliwang bekerja sama dengan Komunitas Belajar Rumah Separuh (KBRS) menyelenggarakan lomba. Diantaranya lomba tersebut adalah;


1. Lomba makan kerupuk
2. Lomba balap Kelereng
3. Lomba Balap Karung
4. Lomba Menghafal Al-Qur’an Surat Pendek
5. Lomba Bacaan Sholat


Begini alur cerita lombanya. Minggu, 26 Januari 2014, saya dan para orang tua yang hadir pagi itu tertawa lepas. Perut kami seakan dikocok-kocok dengan tingkah polah anak-anak Komunitas Belajar Rumah Separuh. Dengan aksi polos dan lucu tak henti-henti dibalit suka dan ceria. Aqila misalnya. Saat lomba balap kelereng ia mesti menurunkan tubuhnya agak sedikit untuk menjaga keseimbangan agar kelerengnya tidak jatuh. Yang membuat kami tertawa karena sikap hati-hatinya. Kok bisa anak seumurnya bisa berpikir seperti itu.


Lain lagi dengan Aldi. Ia sempat menangis. Pasalnya, ia merasa telah diolok para penonton. Ia pun langsung menghentikan lombanya. Tetapi setelah kami bujuk, ia kembali melanjutkan lombanya. Begitu juga dengan Intan. Walapun sempat mogok tidak mau lomba, pada akhirnya ia berhasil menyabet berbagai kategori lomba. Bisa dikatakan ialah juara umumnya.


Itulah anak-anak. Kami tidak mengira bila perlombaan berjalan seru dan menegangkan. Bayangkan, dengan waktu yang pendek kami dapat dikatakan berhasil membuat lomba ini berjalan sesuai dengan harapan. Apalagi dengan kondisi panitia yang diisi remaja belasan tahun. Yang semangatnya ‘anget-anget tai ayam’. KBRS menilai, sudah seharusnya para remaja sejak dini belajar membuat acara/even. Paling tidak dimulai pada level RT yang wilayahnya kecil.


Hal ini wajar, mengingat generasi muda di masa depan sangat dibutuhkan tenanganya dalam membangun bangsa ini jauh lebih baik. Paling tidak untuk membangun daerah tempatnya berdomnisili. Dengan menjadi panitia, mereka belajar meningkatkan kompetensi diri. Bagaimana membuat surat menyurat, berkomunikasi dengan orang tua, mengkoordinir teman dan peserta lomba, dan kemampuan lain yang bisa diraih bila kegiatan ini terus ditingkatkan. Mudah-mudahan di waktu mendatang, banyak even yang bisa dikerjakan. Dengan begitu remaja semakin matang dalam berpikir dan bertindak. Amiin.

Tanda-Tanda Akan Terjadi Perampokan

Perampokan
Sahabat, hari sabtu kemarin (11/1) sepulang sholat subuh dari masjid, saya sempat lari-lari kecil di depan rumah. Pagi itu sepi sekali. Belum ada orang lewat. Kalau pun sudah lewat pasti para pedagang yang hendak ke pasar. Namun, dari sekian yang lalu lalang sudah barang tentu tidak akan yang memperhatikan situasi di jalan. Karena mereka harus segera sampai di pasar agar barang dagangannya cepat habis terjual.

Awalnya saya juga bersikap seperti itu. Saya berlari tanpa akan bertemu atau melihat sesuatu. Rupanya takdir berkata lain. Disaat sedang on fire, saya dikejutkan sesuatu yang tergeletak di badan jalan. Saya pun berhenti berlari. Saya tendang-tendang benda tersebut. Hingga saya tertarik untuk mengambilnya. Sekedar ingin memastikan benda tersebut. Dan ternyata benda tersebut sebuah dompet. Saya berpikir mungkin dompetnya terjatuh.
 
Sempat hadir keragu-raguan untuk membukanya. Berita ini saya cerikan kepada istri. Lalu mengisyaratkan agar membuka dompet. Barangkali ada nomer handphone yang bisa dihubungi. Namu sayang tidak kami temukan. Hanya KTP, SIM, STNK, dan kartu-kartu lain yang bisa menjadi alat untuk diidentifikasi siapa si pemilik dompet. Sedangkan uang hanya Rp 2.000,- saja yang kami temukan.

Kami berusaha mencari tahu. Hingga pada minggu sore saya bertemu dengan mahasiswa sebuah kampus di Taliwang. Saya meminta tolong untuk dicarikan si pemilik dompet. Karena kebetulan sekali si pemilik dompet satu kampus dengannya. Tidak menunggu lama, kami akhirnya bertemu dengan pemilik dompet. Si pemilik langsung menceritakan kalau ia sudah dirampok di tempat kosnya. Saat sedang tertidur nyenyak ia dikagetkan oleh sebilah ujung pedang yang sudah menusuk leher. Si perampok mengisyaratkan agar tidak macam-macam. Ia pun pasrah hingga akhirnya, dompet, tiga buah handphone dan sebuah laptop dibawa lari. Ia sudah bertriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengar teriakannya. Padahal di samping kosnya tinggal pula seorang aparat hukum berbaju coklat.

Si pemilik dompet menuturkan bahwa pada malam itu tidur sore sekali. Biasanya jam setengah tiga pagi baru tidur. Tapi malam itu ia lelap sekali. Demikian pula dengan teman satu kamarnya. Ia justru lebih pagi saat tidur.

Dari sini dapat saya ambil kesimpulan bahwa ada beberapa langkah-langkah yang bisa kita pelajari bilamana akan terjadi perampokan.

1. Tidur lebih pagi.

Pada saat aksi perampokan akan terjadi biasanya kita akan tidur lebih cepat dari biasanya. Mata terasa lebih berat dan tingkat kesadaran kita benar-benar tidak berfungsi

2. Bibir dan Pendengaran Tidak Berfungsi

Meskipun kita tahu bahwa di rumah ada perampok, sulit sekali berteriak. Mulut terasa terkunci. Kalau pun berteriak, para tetangga tidak akan ada yang mendengar. Hingga perampokan terjadi begitu saja.

Itulah sekelumit cerita tentang tanda-tanda akan terjadi perampokan. Mudah-mudahan bisa kita ambil dan pelajari tanda-tanda tersebut, sehingga tidak terjadi kepada anda semua.
Perampokan
Sahabat, hari sabtu kemarin (11/1) sepulang sholat subuh dari masjid, saya sempat lari-lari kecil di depan rumah. Pagi itu sepi sekali. Belum ada orang lewat. Kalau pun sudah lewat pasti para pedagang yang hendak ke pasar. Namun, dari sekian yang lalu lalang sudah barang tentu tidak akan yang memperhatikan situasi di jalan. Karena mereka harus segera sampai di pasar agar barang dagangannya cepat habis terjual.

Awalnya saya juga bersikap seperti itu. Saya berlari tanpa akan bertemu atau melihat sesuatu. Rupanya takdir berkata lain. Disaat sedang on fire, saya dikejutkan sesuatu yang tergeletak di badan jalan. Saya pun berhenti berlari. Saya tendang-tendang benda tersebut. Hingga saya tertarik untuk mengambilnya. Sekedar ingin memastikan benda tersebut. Dan ternyata benda tersebut sebuah dompet. Saya berpikir mungkin dompetnya terjatuh.
 
Sempat hadir keragu-raguan untuk membukanya. Berita ini saya cerikan kepada istri. Lalu mengisyaratkan agar membuka dompet. Barangkali ada nomer handphone yang bisa dihubungi. Namu sayang tidak kami temukan. Hanya KTP, SIM, STNK, dan kartu-kartu lain yang bisa menjadi alat untuk diidentifikasi siapa si pemilik dompet. Sedangkan uang hanya Rp 2.000,- saja yang kami temukan.

Kami berusaha mencari tahu. Hingga pada minggu sore saya bertemu dengan mahasiswa sebuah kampus di Taliwang. Saya meminta tolong untuk dicarikan si pemilik dompet. Karena kebetulan sekali si pemilik dompet satu kampus dengannya. Tidak menunggu lama, kami akhirnya bertemu dengan pemilik dompet. Si pemilik langsung menceritakan kalau ia sudah dirampok di tempat kosnya. Saat sedang tertidur nyenyak ia dikagetkan oleh sebilah ujung pedang yang sudah menusuk leher. Si perampok mengisyaratkan agar tidak macam-macam. Ia pun pasrah hingga akhirnya, dompet, tiga buah handphone dan sebuah laptop dibawa lari. Ia sudah bertriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengar teriakannya. Padahal di samping kosnya tinggal pula seorang aparat hukum berbaju coklat.

Si pemilik dompet menuturkan bahwa pada malam itu tidur sore sekali. Biasanya jam setengah tiga pagi baru tidur. Tapi malam itu ia lelap sekali. Demikian pula dengan teman satu kamarnya. Ia justru lebih pagi saat tidur.

Dari sini dapat saya ambil kesimpulan bahwa ada beberapa langkah-langkah yang bisa kita pelajari bilamana akan terjadi perampokan.

1. Tidur lebih pagi.

Pada saat aksi perampokan akan terjadi biasanya kita akan tidur lebih cepat dari biasanya. Mata terasa lebih berat dan tingkat kesadaran kita benar-benar tidak berfungsi

2. Bibir dan Pendengaran Tidak Berfungsi

Meskipun kita tahu bahwa di rumah ada perampok, sulit sekali berteriak. Mulut terasa terkunci. Kalau pun berteriak, para tetangga tidak akan ada yang mendengar. Hingga perampokan terjadi begitu saja.

Itulah sekelumit cerita tentang tanda-tanda akan terjadi perampokan. Mudah-mudahan bisa kita ambil dan pelajari tanda-tanda tersebut, sehingga tidak terjadi kepada anda semua.

6 Langkah Memimpin Rapat yang Baik dan Efektif

Langkah Mengambil Keputusan
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh.com pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam. Dalam tahap kegiatan ada beberapa saran yang perlu dilakukan oleh pemimpin rapat. 

1. Membuka rapat Dalam ini pemimpin rapat bisa membuka kegiatan rapat dengan memberikan salam, menjelaskan maksud dan tujuan rapat diadakannya rapat. Hal ini supaya anggota tahu dari awal apa yang ingin dicapai dari rapat tersebut dan mengapa rapat itu diadakan. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membacakan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan. 

2. Memastikan setiap agenda dapat dilaksanakan dengan baik Sebagai pemimpin rapat, kita harus memastikan juga bahwa semua agenda yang akan disajikan dalam rapat dapat dilaksanakan dengan baik dan terstruktur. Selain itu pastikan juga setiap anggota tahu bahwa setiap agenda atau kegiatan yang dilakukan memiliki batasan waktu. 

3. Memastikan anggota memperoleh kesempatan yang sama dalam berpendapat Salah satu tujuan umum rapat adalah untuk mengambil sebuah keputusan atau penyelesaian sebuah masalah. Untuk itu kita sebagai pemimpin rapat harus memastikan bahwa setiap anggota rapat memperoleh hak yang sama untuk berpendapat. 

4. Memastikan tidak ada salah seorang anggota yang mendominasi diskusi Umumnya terjadi dalam rapat adalah munculnya satu atau beberapa pihak yang mendominasi diskusi. Hal ini sering kali membuat pemimpin rapat kuwalahan, terlebih jika orang yang mendominasi diskusi adalah orang yang dianggap memiliki kompetensi atau wewenang tertentu. Ini jelas harus dikendalikan. Sebagai pemimpin kita harus tahu kapan kita menghentikan seseorang dalam berbicara kalau dirasa ia ingin mendominasi. Dalam hal ini keberanian dan ketegasan sangat diperlukan. 

 5. Memaparkan keputusan yang telah diambil Jika sudah final maka pemimpin rapat harus membuat keputusan dan memaparkan hasil keputusan yang diambil dalam rapat. 

 6. Menutup rapat Dalam penutupan ada beberapa saran yang bisa Anda lakukan. Melakukan evaluasi segera dari hasil rapat. Anda bisa mengatakan bahwa rapat berjalan dengan baik, diskusi berjalan dengan efektif, setiap agenda bisa diselesaikan dengan tepat waktu, sehingga akhirnya menghasilkan sebuah keputusan. Setelah itu Anda bisa menyampaikan keputusan yang telah diambil. Kemudian dilanjutkan dengan ajakan untuk menindaklanjuti keputusan. Setelah itu tutup.
Langkah Mengambil Keputusan
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh.com pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam. Dalam tahap kegiatan ada beberapa saran yang perlu dilakukan oleh pemimpin rapat. 

1. Membuka rapat Dalam ini pemimpin rapat bisa membuka kegiatan rapat dengan memberikan salam, menjelaskan maksud dan tujuan rapat diadakannya rapat. Hal ini supaya anggota tahu dari awal apa yang ingin dicapai dari rapat tersebut dan mengapa rapat itu diadakan. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membacakan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan. 

2. Memastikan setiap agenda dapat dilaksanakan dengan baik Sebagai pemimpin rapat, kita harus memastikan juga bahwa semua agenda yang akan disajikan dalam rapat dapat dilaksanakan dengan baik dan terstruktur. Selain itu pastikan juga setiap anggota tahu bahwa setiap agenda atau kegiatan yang dilakukan memiliki batasan waktu. 

3. Memastikan anggota memperoleh kesempatan yang sama dalam berpendapat Salah satu tujuan umum rapat adalah untuk mengambil sebuah keputusan atau penyelesaian sebuah masalah. Untuk itu kita sebagai pemimpin rapat harus memastikan bahwa setiap anggota rapat memperoleh hak yang sama untuk berpendapat. 

4. Memastikan tidak ada salah seorang anggota yang mendominasi diskusi Umumnya terjadi dalam rapat adalah munculnya satu atau beberapa pihak yang mendominasi diskusi. Hal ini sering kali membuat pemimpin rapat kuwalahan, terlebih jika orang yang mendominasi diskusi adalah orang yang dianggap memiliki kompetensi atau wewenang tertentu. Ini jelas harus dikendalikan. Sebagai pemimpin kita harus tahu kapan kita menghentikan seseorang dalam berbicara kalau dirasa ia ingin mendominasi. Dalam hal ini keberanian dan ketegasan sangat diperlukan. 

 5. Memaparkan keputusan yang telah diambil Jika sudah final maka pemimpin rapat harus membuat keputusan dan memaparkan hasil keputusan yang diambil dalam rapat. 

 6. Menutup rapat Dalam penutupan ada beberapa saran yang bisa Anda lakukan. Melakukan evaluasi segera dari hasil rapat. Anda bisa mengatakan bahwa rapat berjalan dengan baik, diskusi berjalan dengan efektif, setiap agenda bisa diselesaikan dengan tepat waktu, sehingga akhirnya menghasilkan sebuah keputusan. Setelah itu Anda bisa menyampaikan keputusan yang telah diambil. Kemudian dilanjutkan dengan ajakan untuk menindaklanjuti keputusan. Setelah itu tutup.

7 Cara Meningkatkan Kualitas Mental

Langkah-langkah Meningkatkan Kualitas Mental
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh.com pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam. 

Meningkatkan kualitas mental adalah syarat mutlak yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jika seseorang memiliki kualitas mental baik maka dengan mudah orang tersebut menerima diri dan keadaan dengan positif. Ada tujuh saran yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah cara dan penjelasannya. 

1. Meningkatkan keimanan dan ketagwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Untuk meningkatkan kualitas mental adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedekatan ini ditandai dengan upaya kita untuk selalu berbenah diri dalam hal ibadah kepada Tuhan. Sedikit demi sedikit tapi pasti kita harus meningkatkan keyakinan kita pada Tuhan, serta berupaya sekuat hati untuk menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. 

2. Bersihkan diri dari penyakit hati.

Penyakit hati hanya akan menjadikan anda kerdil dan semakin terpuruk di mata Tuhan juga di mata manusia. Penyakit-penyakit yang harus kita bersihkan dari hati kita adalah iri, dengki, hasut, sombong, khianat, dusta dan lain-lain. Hal ini harus kita upayakan benar-benar, karena jika tidak kualitas diri yang akan kita bangun tidak akan pernah terwujud. 

3. Berusaha untuk selalu berpikir positif Pola pikir yang positif akan mengarahkan diri kita pada tindakan yang positif demikian sebaliknya. Dengan siapa kita harus berpikir positif? Tentunya dengan diri sendiri, orang lain dan Tuhan Yang Maha Esa. 

4. Tidak berhenti untuk belajar Belajar harus menjadi kebutuhan utama, karena tidak ada manusia yang sempurna atau manusia paling benar. Belajar itu bisa di rumah, sekolah, masyarakat, forum ilmiah, pengajian, buku, majalah dan lain-lain, bahkan kita bisa belajar juga dari pengalaman diri sendiri dan orang lain. 

5. Berusaha membuat orang lain bahagia Satu hal lagi yang akan membuat kualitas mental kita meningkat adalah dengan cara berusaha membuat orang lain bahagia. Satu contoh sederhana saja, saya yakin teman-teman semua pernah melakukan hal yang membanggakan dalam hidup anda. ketika hal itu anda alami saya yakin anda bahagia, dan ternyata bukan hanya anda ternyata ada pihak lain yang ikut bahagia atas apa yang anda raih, yaitu keluarga kita dan orang-orang yang dekat dengan kita. 

 6. Meningkatkan rasa empati terhadap orang lain Empati adalah mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dewasa ini rasa empati, sudah mulai terkikis, hal itu terbukti dengan banyaknya orang-orang kaya yang tidak peduli dengan sesama terlebih pada penderitaan yang dialami orang miskin. Untuk itulah penting sekali bagi kita untuk senantiasa meningkatkan rasa empati kepada orang lain. Jika hal ini bisa kita lakukan dengan baik, maka kualitas mental kita akan semakin meningkat. 

7. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain Jujur terhadap diri sendiri dapat kita lakukan dengan mengakui kesalahan dan kelemahan-kelemahan diri, kemudian memperbaikinya adalah sebuah tindakan penting untuk meningkatkan kualitas mental. Karena jujur adalah salah sifat terpuji yang sangat disukai oleh orang lain dan tentunya ini juga di sukai oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Langkah-langkah Meningkatkan Kualitas Mental
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh.com pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam. 

Meningkatkan kualitas mental adalah syarat mutlak yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jika seseorang memiliki kualitas mental baik maka dengan mudah orang tersebut menerima diri dan keadaan dengan positif. Ada tujuh saran yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah cara dan penjelasannya. 

1. Meningkatkan keimanan dan ketagwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Untuk meningkatkan kualitas mental adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedekatan ini ditandai dengan upaya kita untuk selalu berbenah diri dalam hal ibadah kepada Tuhan. Sedikit demi sedikit tapi pasti kita harus meningkatkan keyakinan kita pada Tuhan, serta berupaya sekuat hati untuk menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. 

2. Bersihkan diri dari penyakit hati.

Penyakit hati hanya akan menjadikan anda kerdil dan semakin terpuruk di mata Tuhan juga di mata manusia. Penyakit-penyakit yang harus kita bersihkan dari hati kita adalah iri, dengki, hasut, sombong, khianat, dusta dan lain-lain. Hal ini harus kita upayakan benar-benar, karena jika tidak kualitas diri yang akan kita bangun tidak akan pernah terwujud. 

3. Berusaha untuk selalu berpikir positif Pola pikir yang positif akan mengarahkan diri kita pada tindakan yang positif demikian sebaliknya. Dengan siapa kita harus berpikir positif? Tentunya dengan diri sendiri, orang lain dan Tuhan Yang Maha Esa. 

4. Tidak berhenti untuk belajar Belajar harus menjadi kebutuhan utama, karena tidak ada manusia yang sempurna atau manusia paling benar. Belajar itu bisa di rumah, sekolah, masyarakat, forum ilmiah, pengajian, buku, majalah dan lain-lain, bahkan kita bisa belajar juga dari pengalaman diri sendiri dan orang lain. 

5. Berusaha membuat orang lain bahagia Satu hal lagi yang akan membuat kualitas mental kita meningkat adalah dengan cara berusaha membuat orang lain bahagia. Satu contoh sederhana saja, saya yakin teman-teman semua pernah melakukan hal yang membanggakan dalam hidup anda. ketika hal itu anda alami saya yakin anda bahagia, dan ternyata bukan hanya anda ternyata ada pihak lain yang ikut bahagia atas apa yang anda raih, yaitu keluarga kita dan orang-orang yang dekat dengan kita. 

 6. Meningkatkan rasa empati terhadap orang lain Empati adalah mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dewasa ini rasa empati, sudah mulai terkikis, hal itu terbukti dengan banyaknya orang-orang kaya yang tidak peduli dengan sesama terlebih pada penderitaan yang dialami orang miskin. Untuk itulah penting sekali bagi kita untuk senantiasa meningkatkan rasa empati kepada orang lain. Jika hal ini bisa kita lakukan dengan baik, maka kualitas mental kita akan semakin meningkat. 

7. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain Jujur terhadap diri sendiri dapat kita lakukan dengan mengakui kesalahan dan kelemahan-kelemahan diri, kemudian memperbaikinya adalah sebuah tindakan penting untuk meningkatkan kualitas mental. Karena jujur adalah salah sifat terpuji yang sangat disukai oleh orang lain dan tentunya ini juga di sukai oleh Tuhan Yang Maha Esa.

4 Alasan Orang Baik Berumur Pendek

Ulama Berumur Pendek
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Menjadi orang baik memang sulit. Segala yang ingin dimakan harus diseleksi dahulu. Mau kerja harus pilah pilih. Minumpun demikian. Yang haram tidak boleh diminum. Memabukkan atau tidak. Kalau pun tidak, dari mana asalnya. Hasil mencuri atau hasil jerih payah sendiri. Semua memiliki aturan. Maka wajar jika kemudian banyak orang keluar dari jalur kebaikan. Karena memang berat hidup sesuai aturan.

Namun tahukah anda, bila orang baik memiliki umur pendek? Berikut alasannya.

1. Tidak disukai

Menjadi orang baik dalam sebuah lingkungan yang rusak tidak disukai lingkungan. Padahal perbuatannya baik, tapi kenapa justru tidak disukai. Inilah potret masyarakat kita saat ini. Yang mengingatkan pada zaman Nabi Muhammad SAW saat menyebarkan agama Islam pertama kali di Mekkah. Hingga nyawa menjadi taruhannya. Mungkin saja ada orang yang menginginkan orang baik lebih baik tidak berada disekitarnya.

2. Karena Do’anya Sendiri

Banyak orang baik yang justru terbalik kebiasaannya berdo’a bukan meminta umur panjang. Tapi lebih baik diwafatkan saja. Alasannya, dari pada hidup lama penuh dosa lebih baik wafat muda disaat iman masih dibadan. Wafat dalam keadaan khusnul khatimah.

3. Do’a Orang lain

Ingat Abu Jahal dan Abu Bakar dalam kisah sejarah perkembangan Islam? Mereka berdua adalah duet terbaik dalam menghalangi dakwah Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak ingin Islam tumbuh kembang di Mekkah, sehingga tidak sungkan berdo’a agar Nabi Muhammad SAW diwafatkan saja. Maka dengan segala cara konspirasi pembunuhan Nabi Muhammad SAW dirangkai sedemikian rupa bersama sekutu-sekutunya. Meski usaha ini tidak pernah berhasil terwujudkan. Kini, orang-orang seperti Abu Jahal dan Abu Lahab masih ada.

4. Agama

Salah satu tanda-tanda akhir zaman adalah diwafatkannya para ulama dan orang baik. Inilah yang terjadi di Indonesia. Sebut saja Ustadz Jefri Al-Buchori, Gusdur, KH. Zainuddin MZ. Mereka adalah ulama-ulama yang telah mendahului kita. Saat tidak ada lagi ulama maka yang terjadi adalah KIAMAT. Wallahu a’lam bishowab
Ulama Berumur Pendek
Selamat pagi sahabat-sahabat. Kembali lagi kita bertemu di blog rumah separuh pada pagi yang indah dan sejuk serta kesempatan yang berbahagia ini. Semoga kita selalu sehat wal afiat dan sukses selalu dalam meraih impian. Apa pun impiannya, yakinlah Tuhan pasti akan mengabulkan. Entah kapan akan dikabulkan, tetap berpikiran positif. Sebab Tuhan hanya mengabulkan do’a bila hambanya berpikiran positif kepada-Nya. Wallahu ‘alam.

Menjadi orang baik memang sulit. Segala yang ingin dimakan harus diseleksi dahulu. Mau kerja harus pilah pilih. Minumpun demikian. Yang haram tidak boleh diminum. Memabukkan atau tidak. Kalau pun tidak, dari mana asalnya. Hasil mencuri atau hasil jerih payah sendiri. Semua memiliki aturan. Maka wajar jika kemudian banyak orang keluar dari jalur kebaikan. Karena memang berat hidup sesuai aturan.

Namun tahukah anda, bila orang baik memiliki umur pendek? Berikut alasannya.

1. Tidak disukai

Menjadi orang baik dalam sebuah lingkungan yang rusak tidak disukai lingkungan. Padahal perbuatannya baik, tapi kenapa justru tidak disukai. Inilah potret masyarakat kita saat ini. Yang mengingatkan pada zaman Nabi Muhammad SAW saat menyebarkan agama Islam pertama kali di Mekkah. Hingga nyawa menjadi taruhannya. Mungkin saja ada orang yang menginginkan orang baik lebih baik tidak berada disekitarnya.

2. Karena Do’anya Sendiri

Banyak orang baik yang justru terbalik kebiasaannya berdo’a bukan meminta umur panjang. Tapi lebih baik diwafatkan saja. Alasannya, dari pada hidup lama penuh dosa lebih baik wafat muda disaat iman masih dibadan. Wafat dalam keadaan khusnul khatimah.

3. Do’a Orang lain

Ingat Abu Jahal dan Abu Bakar dalam kisah sejarah perkembangan Islam? Mereka berdua adalah duet terbaik dalam menghalangi dakwah Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak ingin Islam tumbuh kembang di Mekkah, sehingga tidak sungkan berdo’a agar Nabi Muhammad SAW diwafatkan saja. Maka dengan segala cara konspirasi pembunuhan Nabi Muhammad SAW dirangkai sedemikian rupa bersama sekutu-sekutunya. Meski usaha ini tidak pernah berhasil terwujudkan. Kini, orang-orang seperti Abu Jahal dan Abu Lahab masih ada.

4. Agama

Salah satu tanda-tanda akhir zaman adalah diwafatkannya para ulama dan orang baik. Inilah yang terjadi di Indonesia. Sebut saja Ustadz Jefri Al-Buchori, Gusdur, KH. Zainuddin MZ. Mereka adalah ulama-ulama yang telah mendahului kita. Saat tidak ada lagi ulama maka yang terjadi adalah KIAMAT. Wallahu a’lam bishowab